Awas, Tak Sediakan Tempat Sampah, Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya Akan Ditilang Rp 150 Ribu

Pedagang pasar Tradisional di Surabaya akan kena tilang Rp 150 Ribu jika tak sediakan tempat sampah di lapaknya.

Awas, Tak Sediakan Tempat Sampah, Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya Akan Ditilang Rp 150 Ribu
SURYA/NURAINI FAIQ
Petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya saat melakukan sosialisasi Perwali Sampah di Pasar Klampis, Selasa (31/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ini peringatan keras bagi pedagang di semua pasar tradisonal di Kota Surabaya. Mereka bisa terkena tindakan yustisi, ditangkap dan ditilang denda hingga Rp 150.000 jika membuang sampah sembarangan dan tidak menyediakan tempat sampah di stan pasar mereka. 

"Semua harus menjaga kebersihan kota termasuk para pedagang dilarang membuang sampah sembarangan. Pedagang pasar juga wajib menyediakan tempat sampah mandiri. Kalau tidak bisa ditilang," kata Tim Sosialisasi Perda sampah DKRTH Pemkot Surabaya Adi Candra, Rabu (1/8/2018).

Awas, CCTV e-Tilang di 5 Perempatan Surabaya ini Akan Capture Pengemudi Mobil Tak Pakai Sabuk

Adi yang juga Tim Motivator Lingkungan DKRTH Surabaya menyebutkan, para pedagang yang melanggar itu akan kena penindakan yustisi. KTP akan disita dan berlaku tilang denda. Besarnya denda hingga Rp 150.000. 

Hukuman dan denda itu berdasarkan Perda 5 Tahun 2014 dan Perwali 10 Tahun 2017 tentang kebersihan kota.

Saat ini tim DKRTH Kota Surabaya terus melakukan sosialiasi Regulasi tentang sampah. Seperti yang dikakukan tim di Pasar Klampis. Selain pedagang juga para PKL. 

Kopi Arabika Krucil, Emas Hitam Dari Lereng Gunung Argopuro yang Jadi Incaran Pengusaha

Para pedagang diminta untuk menyediakan tempat sampah secara mandiri. Bida glangsing, plastiik, kardus, keranjang bekas, atau tempat sampah lain.  

Mereka juga diharuskan selalu menjaga kebersihan lapak dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Adi menuturkan setelah dilakukan sosialisasi, sewaktu waktu akan ada penindakan Yustisi Kebersihan dan akan diberlakukan Tilang kepada pelanggarnya. Ada tim Yustisi yang langsung akan menangkap pelanggar. 

Lagi Tren, Remaja Wanita Lebih Suka Korset Multi Fungsi

"Ada penyitaan KTP dan wajib membayar sangsi administratif minimal Rp 75.000 bagi pelanggar. Sudah ada yang kami tindak di tempat lain setelah sosialisasi," kata Adi. 

Dalam Perda sampah itu menekankan bahwa urusan kebersihan adalah tanggung jawab semua. Baik oleh pedagang maupun pembeli dan masyarakat.  

Jika lapak bersih, pembeli akan belanja juga nyaman serta nilai transaksi juga bisa meningkat. (Surya/Faiq)

Sidoarjo Heboh dan Geger, 3 Tali Pocong Kafan Jenazah Hilang Dicuri dari Makam Pakai Batok Kelapa

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved