Menteri Pendidikan Dorong Seluruh SMK Bisa Produksi Barang Hasil Pertanian dan Memasarkannya

Muhadjir menjelaskan, pemberdayaan SMK sebagai salah satu ujung tombak pertanian Indonesia tertuang dalam instruksi Presiden No 9 Tahun 2016.

Penulis: Benni Indo | Editor: Edwin Fajerial
SURYA/BENNI INDO
Menteri Pendidikan RI Prof Muhadjir Effendy mendapat cindera mata dari Pemkot Batu yang diberikan oleh Wakil Walikota Batu Punjul Santoso saat pembukaan acara Program Sekolah Mandiri Produksi Tanaman Sayur dan Buah Edukasi (SMARTS-BE) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Desa Tlekung, Kota Batu, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy mendorong SMK di seluruh Indonesia bisa memproduksi barang hasil pertanian dan memasarkannya dengan tepat.

Hal itu disampaikan Muhadjir di hadapan 30 Kepala SMK seluruh Indonesia saat membuka acara Program Sekolah Mandiri Produksi Tanaman Sayur dan Buah Edukasi (SMARTS-BE) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Desa Tlekung, Kota Batu, Rabu (1/8/2018).

Muhadjir menjelaskan, pemberdayaan SMK sebagai salah satu ujung tombak pertanian Indonesia tertuang dalam instruksi Presiden No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan SDM Indonesia.

Data yang dipaparkan dalam rilis kegiatan itu, pada 2017 lulusan SMK yang telah bekerja sebanyak 12.59 juta lulusan. Dipresentasekan berjumlah 11,40persen.

Sedangkan yang menganggur, sebanyak 12.6 juta lulusan atau 11.41%. Melihat data itu, angkanya tidak terpaut jauh antara yang bekerja dengan pengangguran.

Ada empat faktor penyebab banyaknya lulusan SMK menjadi pengangguran. Pertama soal kesempatan kerja, kedua kesenjangan kompetensi, ketiga usia dan kesehatan serta keempat terkait akses informasi.

"Kita, dibanding negara ASEAN lainnya masih sangat tertinggal di bidang agroindustri dan agroekonomi. Thailand yang dianggap leading, sementara Vietnam jauh meninggalkan kita. Mereka sudah melakukan ekspor produk pertanian hingga ke Eropa. Kita tidak bisa kita tinggal diam, harus cepat mengejar. Kalau tidak, kita akan dijajah oleh pasar pertanian," kata Muhadjir, Rabu (1/8/2018).

Muhadjir, yang juga Presiden The Southeaat Asian Miniters of Education Organization (SEAMEO), sebuah organisasi internasional kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di daerah Asia Tenggara juga mengatakan pentingnya hubungan riset dengan dunia industri.

Namun sejauh ini, hasil riset selalu kalah di pemasaran.

Diharapkan dengan hadirnya para kepala sekolah dan guru yang ikut pelatihan, mereka memiliki pengetahuan pemasaran hasil bumi yang tepat.

Di samping itu juga mengembangkan tanaman sayur dan buah untuk mendukung terciptanya SDM SMK yang kompeten.

"Teaching Factory SMRTS-BE diharapkan mampu menyumbangkan sharing knowledge dan transfer teknologi yang berdaya saing sehingga menghasilkan lulusan SMK yang berkompeten," terang Muhadjir.

Muhadjir juga bercerita tentang Apel sebagai produk unggulan Kota Batu.

Menurutnya ada potensi besar mengaitkan SDM SMK dengan keberadaan produk unggulan itu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved