Breaking News:

3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPAL Jalani Pelimpahan Berkas & Tersangka di Kejaksaan

Kejari Tanjung Perak melakukan pelimpahan berkas perkara dan tersangka atas dugaan kasus korupsi pembangunan IPAL di PD RPH Surabaya.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Ani Susanti
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melakukan pelimpahan berkas perkara dan tersangka atas dugaan kasus korupsi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Ketiga tersangka kasus tersebut adalah Sunaryo selaku Ketua Pengadaan Barang, Lutfia Rachmad selaku Pimpinan Proyek IPAL di PD RPH Surabaya dan Agus Suhermanto selaku pemenang tender.

Sebelumnya, ketiganya ditahan pada April 2018 lalu dan ditahan di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

“Secepatnya kita pemberkasan dan segera mungkin dilimpahkan ke Pengadilan untuk persidangannya,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Lingga Nuarie, Kamis (2/8/2018).

Sidang Kasus Sipoa Group Ditunda, Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Candra dan Budi

Lingga menjelaskan, dalam kasus ini pembangunan tersebut didanai dari anggaran penyertaan modal PD RPH pada 2009 sebesar Rp 3,5 miliar.

Sayangnya pengerjaan proyek tersebut tidak seusai aturan.

Sedangkan untuk anggaran pembangunan IPAL, dikucurkan dana sebesar Rp 600 juta.

“Dari perhitungan penyidik, ditemukan angka Rp 200 juta sebagai dugaan kerugian negaranya,” jelas Lingga.

Mengaku Punya Istri dan Anak, 2 Pengedar Sabu Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Dalam kasus ini, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang- undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Pengusutan kasus dugaan korupsi pembanggunan IPAL di PD RPH Surabaya ini merupakan temuan dari Penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak.

Selanjutnya penyidik Pidsus menaikkan level pengusutan kasus ini menjadi penyidikan berdasarkan Sprint Prin-02/0.5.4.2/Fd.1/02/2018tertanggal 14 Februari 2018.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved