Truk Muatan Melebihi 100 Persen di Jembatan Timbang Tuban Ditilang Rp 500 Ribu

Kordinator satuan pelayanan (Korsarpel) Unit pelayanan penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) Widang Tuban, Mulyadi (52) mengatakan, biaya tilang

Truk Muatan Melebihi 100 Persen di Jembatan Timbang Tuban Ditilang Rp 500 Ribu
M Sudarsono/Surya
Kondisi truk yang mulai melintasi di jembatan timbang atau UPPKB Widang Tuban pada penerapan ODOL 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pemberlakuan sistem Over dimensi dan over load (Odol) resmi ditetapkan mulai per 1 Agustus kemarin.

Dengan diresmikannya aturan tersebut, maka truk bermuatan yang melebihi kapasitas 100 persen maka akan ditilang.

Namun berapakah biaya tilang yang harus dibayar?

Kordinator satuan pelayanan (Korsarpel) Unit pelayanan penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) Widang Tuban, Mulyadi (52) mengatakan, biaya tilang yang dikenakan bagi pelanggar yaitu Rp 500 ribu.

Sistemnya bisa dibayar melalui transfer ke rekening atau membayar langsung di Bank BRI. Namun, saat sidang putusan belum tentu dendanya senilai Rp 500 ribu.

"Bayar tilang awal di Bank Rp 500 ribu, tapi jika biaya tilang hanya Rp 200 ribu atau kurang dari tilang awal, maka akan dikembalikan," ujar Mulyadi kepada Tribunjatim.com ditemui di kantornya, Jumat (3/8/2018).

Pesan Terakhir Petinju Pelatnas Asian Games sebelum Meninggal, Maaf Mbak, Aku Sudah Nggak Kuat

Pria yang mengaku sebagai Korsarpel sudah tiga tahun itu menyatakan, apabila denda tilang dalam putusan tidak sampai Rp 500 ribu, maka sisanya tentu akan dikembalikan oleh pihak bank melalui rekening.

Berikut Jenis Truk Muatan yang Boleh Melebihi Kapasitas Selama Enam Bulan di Tuban

Hal itu ditegaskan dia akan berlaku otomatis, karena menggunakan sistem E-Tilang.

"E-Tilang ini denda awal melalui bank, namun jika saat sidang putusan uang masih sisa maka akan dikembalikan secara otomatis," pungkasnya.(nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved