Asian Games 2018

Jelang Pembukaan Asian Games, Polres Gresik Tangkap 71 Pelaku Kejahatan, Juga Jambret Kakak Beradik

Polres Gresik menangkap 71 pelaku kejahatan, termasuk jambret kakak beradik menjelang pembukaan Asian Games 2018.

Jelang Pembukaan Asian Games, Polres Gresik Tangkap 71 Pelaku Kejahatan, Juga Jambret Kakak Beradik
SURYA/SUGIYONO
Polres Gresik menunjukkan para pelaku kejahatan yang ditangkap menjelang Asian Games 2018, Senin (6/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Polres Gresik menangkap 71 orang pelaku kejahatan menjelang pelaksanaan pembukaan Asian Games 2018.

Puluhan pelaku kejahatan jalanan yang ditangkap dan dilumpuhkan tersebut karena meresahkan masyarakat. Semua barang bukti aksi kejahatan juga diamankan, mulai perhiasan, hewan, helm hingga kendaraan.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, untuk menciptakan kondisi tenang menjelang Asian Games yang mulai dibuka 18 Agustus nanti, selama hampir tiga bulan pihaknya fokus mengamankan wilayah Gresik.

Pulang Sekolah Iring-iringan Pakai Motor, Siswi MTs di Blitar Tewas Tertabrak Truk

Hasilnya, sebanyak 56 kasus berhasil diungkap dengan pelaku kejahatan sebanyak 71 tersangka. Rinciannya, 3 orang pelaku jambret, 51 tersangka terlibat pencurian, 3 tersangka menggunakan STNK palsu dan seorang membawa senjata tajam.

"Modus yang sedang marak di masyarakat yaitu jambret. Kita amankan tiga tersangka. Beraksi di wilayah Driyorejo," ujarnya.

Dari tiga pelaku, dua jambret merupakan saudara kandung kakak beradik. Yaitu Ags (27), dan RN (18), warga Sukomanunggal Surabaya.

Geledah Kantor Dinkes Gresik, Penyidik Kejari Temukan Puluhan Buku Tabungan di Tas Staf Wanita

Menurut Wahyu, dengan banyaknya pelaku kejahatan menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, pihaknya menghimbau masyarakat betul-betul menjaga barang bawaan ketika berkendara kendaraan. Misalnya, menyimpan ponsel dalam tas dan tasnya disimpan dalam jok motor.

"Terkait pencurian motor, masyarakat harus memastikan motornya terkunci stir. Sebab, pelaku kejahatan banyak mencuri motor yang tidak dikunci stir dan kunci tertinggal," katanya.

Dari terungkapnya puluhan pelaku kejahatan, polisi mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 13,839 juta, dua unit mobil penumpang, 8 unit motor, 9 telepon seluler, 15 ekor kambing, 5 ekor sapi, sebuah truk dan potongan besi senilai Rp 60 juta.

Menikah di Tanggal Cantik Terancam Batal, Dua Sejoli Asal Lamongan ini Tersandera Sang Kepala Desa

Operasi cipta kondisi menyongsong Asian Games akan terus digelar hingga 2 September 2018 nanti.

Sementara itu, Ags seorang penjambret mengaku nekat menjambret perhiasan warga Kecamatan Driyorejo akibat terjepit kebutuhan sehari-hari.

"Ya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," kilahnya. (Surya/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved