Cerita BPB Surabaya di Lombok, Tak Bisa Tidur karena Rasakan Gempa Susulan hingga Kondisi Rata Tanah

Tim penyalur bantuan ke Lombok dari Pemerintah Kota Surabaya menceritakan pengalamannya selama berada di kawasan bencana.

Cerita BPB Surabaya di Lombok, Tak Bisa Tidur karena Rasakan Gempa Susulan hingga Kondisi Rata Tanah
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Posko bantuan Gempa Lombok di Balai Kota Surabaya yang dipenuhi relawan memasukkan barang bantuan, pada Selasa (14/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Nurul Aini.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim penyalur bantuan ke Lombok dari Pemerintah Kota Surabaya menceritakan pengalamannya selama berada di kawasan bencana.

Imam Siswandi, Kabag Kesra BPB Linmas Surabaya yang bertugas sebagai pemimpin tim pertama berangkat ke Lombok mengaku tidak bisa tidur hingga stres.

Sebab, selama berada di sana gempa susulan berkali-kali datang dalam waktu singkat dan magnitudonya tidak sebesar gempa sebelumnya.

"Ikut stres merasakan gempa susulan hingga tidak bisa tidur. Kami tidur di tenda tapi tetap tidak bisa tidur, ada anggota kami disuruh tidur tidak mau takut katanya," cerita Imam Siswandi kepada TribunJatim.com, pada Jumat (14/8/2018).

Tim yang membawa barang-barang bantuan ke Lombok Utara juga sempat dihentikan warga Lombok Barat.

Wali Kota Risma Akan Perluas Wilayah Penyaluran Bantuan Gempa di Lombok, ini Alasannya

Warga yang kelaparan meminta bantuan diturunkan di sana namun, petugas berpikir di Lombok Utara warga lebih membutuhkan.

"Kami terpaksa meski tahu mereka kelaparan tapi kondisi di Utara lebih tidak tersentuh bantuan," katanya.

Selama di sana tim sama halnya warga hanya memakan mie instan karena tidak bisa menemukan penjual makanan.

Kondisi Lombok Utara hampir rata dengan tanah sehingga tidak ada kegiatan ekonomi yang berlangsung.

"Baru makan nasi setelah ada yang ke Mataram, itu nasinya sampai ke tempat kami sore, nasinya keras," kata Imam.

Pemkot Surabaya Tetap Buka Posko Gempa Lombok di Balai Kota Meski Telah Mengirimkan Bantuan

Penulis: Nurul Aini
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved