Hari Kemerdekaan RI

Peringati Proklamasi Kemerdekaan ke-73, Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tebing Tertinggi di Jatim

Bendera Merah Putih raksasa dikibarkan di tebing tertinggi di Jatim yang ada di Trenggalek, peringati Hari Kemerdekaan RI ke-73.

Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
SURYA/DAVID YOHANES
Bendera merah putih raksasa yang dikibarkan di Tebing Sepikul, Trenggalek, tebing tertinggi di Jatim, untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, Rabu (15/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM,TRENGGALEK -Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-73, Komunitas I Love Trenggalek mengibarkan bendera merah putih raksasa di Tebing Sepikul, Desa Watu Agung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Rabu (15/8/2018) pagi.

Tebing Sepukul adalah tebing tertinggi di Jawa Timur, dengan ketinggian mencapai 500 meter dan sudut nyaris 90 derajat.

Bendera merah putih yang dikibarkan berukuran 30 x 20 meter, dan dikibarkan pada ketinggian 300 meter pit 8.

Untuk pengibaran bendera raksasa ini dibutuhkan persiapan sejak tanggl 11 Agustus lalu.

Ada delapan orang yang dipersiapkan secara khusus untuk membawa bendera raksasa ini ke titik pengibaran.

Mereka terdiri dari anggota pecinta alam berbagai universitas di Jawa Timur, dan dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

Sebelum pengibaran bendera raksasa ini diawali dengan upacara yang diikuti berbagai elemen masyarakat.

Diiringi lagu Indonesia Raya, tim di atas Tebing Sepikul melepaskan gulungan bendera. Bendera pun berkibar dengan sukses.

Wakil Bupati Trenggalek yang memimpin upacara, Muhammad Nur Arifin mengatakan, kegiatan ini untuk memperkenalkan wisata Tebing Sepikul.

"Kita punya tebing tertinggi di Jawa Timur, dengan wisata minat khusus pendakian tebing Via Ferrata," terang Gus Ipin, panggilan akrabnya.

Kegiatan ini sekaligus untuk memotivasi warga sekitar, agar cita-cita mereka membangun desa wisata bisa tercapai.

Selain tebing setinggi 500 meter, Via Ferrata menawarkan pendakian bagi pemula.

Bahkan orang awam pun bisa memanfaat jalur khusus yang sudah disiapkan, dengan pengamanan khusus.

Lanjut Gus Ipin, pengibaran bendera di tebing tertinggi ini sekaligus mengingat perjuangan merebut kemerdekaan.

"Ingatlah, dulu kita susah payah agar bisa mengibarkan bendera seperti ini. Taruhannya darah dan air mata," ucapnya. (Surya/David Yohanes)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved