Mengintip Aktivitas Dolly Zaman Now, Kewalahan Pesanan Sandal Hotel di Surabaya

Perajin dan pelaku UKM di eks lokalisasi Dolly, Kecamatan Sawahan, Surabaya, saat ini kewalahan melayani pesanan sandal hotel.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
Nuraini Faiq/surya
Menumpuk. Salah satu perajin sandal di Gang Dolly menyelesaikan pesanan sandal khusus hotel seluruh Surabaya. Foto diambil beberapa hari lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perajin dan pelaku UKM di eks lokalisasi Dolly, Kecamatan Sawahan, Surabaya, saat ini kewalahan melayani pesanan sandal hotel.

Hampir semua hotel di Surabaya kini memesan sandal di perajin Dolly. Perajin adalah warga Dolly yang tekena dampak penutupan Lokalisasi Dolly.

"Hampir semua hotel besar di Surabaya sudah memesan sandal hotel ke Dolly. Hingga saat ini sudah ada 27 hotel yang selalu pesan kebutuhan sandal hotel ke Dolly," kata Camat Sawahan Muhammad Yunus, Kamis (16/8/2018).

Dari waktu ke waktu, jumlah hotel yang mempercayakan perajin Dolly untuk memenuhi kebutuhan sandal terus meningkat. Yunus yakin akan makin banyak lagi hotel yang meminta dibuatkan sandal tipis untuk tamu mereka.

Pernikahan Anggun di Ubud Bali Dibenarkan Sahabatnya, Rencana Akan Jalan Kaki dari Pasar ke Resort

Total hotel di Surabaya sekitar 200. Namun saat ini sudah 27 hotel yang bekerja sama dengan Dolly memenuhi setiap kebutuhan sandal tipis itu. Termauk hotel dari Bali, Sorong, hingga Pacet sudah langganan pembuatan sandal Dolly.

Pasca ditutup pada 2015, lokalisasi Dolly kini berubah total. Semua wisma telah menjelma menjadi sentra ekonomi warga. Selain banyak yang menggeluti bidang jahit, tidak sedikit yang membuka usaha jualan nasi.

Untuk warga laki-laki, mereka banyak yang membuka bengkel. Pantuan surya di lokasi, semua wisma yang semula berupa bangunan kaca kini menjelma menjadi semacam deretan toko dan warung.

Bahkan wisma Barbara yang merupakan ikon wisma Dolly kini menjadi salah satu sentra perajin sepatu dan sandal. Termasuk sandal hotel juga dibuat dari wisma ini.

Raih Rekor MURI, Bendera Merah-Putih Sepanjang 7,5 Kilometer Milik Mahasiswa UTM

Tidak hanya perajin sepatu, sandal, tapi juga perajin tas, hingga perajin aneka makanan juga digeluti warga eks lokalisasi Dolly itu. Mereka yang dulu menggantungkan hidupnya Karena keberadaan lokalisasi kini makin berdaya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan saat dimintai reaksinya mengaku sempat cemas akan keberlangsungan warga yang beralih menjadi pelaku usaha di Dolly.

"Saya termasuk yan cemas jika keberadaan UKM Dolly hanya untuk pajangan. Saat ada tamu saja semua perajin diminta beraktivitas seolah UKM begeliat. Kontinuitas yang utama," kata Cak Aden, panggilan Darmawan.

Puluhan warga Dolly yang dulu menggantungkan pekerjaan membuka Warung, parkiran, atau jasa lokalisasi lainnya kini telah berdaya. Mereka manjadi perajin dan pelaku UKM.

Warga ini mengaku sebelumnya telah mendapat pelatihan khusus menjahit dan ketrampilan lainnya. Ada pula yang menggeluti bengkel atau perajin lain.

Inilah Modus Pria Asal Banyu Urip untuk Bisa Cabuli 8 Bocah Tetangganya, Pakai Rayuan Film Anak-anak

Dalam catatan Dinas Koperasi Kota Surabaya saat ini ada 7.000 UKM berbagai jenis usaha dan kerajinan. Khusus Di Kecamatan Sawahan tercatat ada 325 pelaku UKM. Termasujk di dalamnya pembuat sandal.

Atik Trianingsih, salah satu pelaku UKM sandal dan sepatu di Dolly mengaku sejak Dolly Ditutup pada 2015 lalu banyak Warga Dolly yang kehilangan pekerjaan. Ada yang membuka Warung saat Dolly masih aktif.

"Tapi kini kami sampai kewalahan memenuhi permintaan sandal hotel. Sehari kami diminta selesaikan 500 pasang sandal," kata Atik. (Faiq)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved