Hari Kemerdekaan RI

Khofifah Ingatkan Keberagaman sebagai Pemersatu Indonesia

Gubernur Jawa Timur terpilih 2019 2024 Khofifah Indar Parawansa memaknai Hari Kemerdekaan dengan mengajak seluruh warga bangsa Indonesia

Khofifah Ingatkan Keberagaman sebagai Pemersatu Indonesia
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 saat hadir sebagai pengiri materi untuk mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (13/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur terpilih 2019 2024 Khofifah Indar Parawansa memaknai Hari Kemerdekaan dengan mengajak seluruh warga bangsa Indonesia mengingat dan memanggil memori bagaimana Indonesia terbentuk.

Terutama dalam memahami segala keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Mulai keberagaman suku bangsa, bahasa, hingga agama.

Hal itu ia sampaikan saat hadir dalam upacara bendera di peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73 di Yayasan Pendidikan Khadijah Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (17/8/2018).

"Saya ingin memanggil memori kita semua sebagai warga bangsa. Bagaimana Indonesia bisa terbentuk dari berbagai suku bangsa," kata Khofifah Indar Parawansa  kepada Tribunjatim.com.

Dia menyebutkan banyak suku bangsa yang menjadi bagian dari Indonesia. Ada suku Jawa, Sunda, Madura, Batak hingga Papua. Semua adalah bagian dari bangsa Indonesia meskipun berbeda-beda.

Wali Kota Surabaya Berangkatkan Supriadi ke Liverpool Oktober Mendatang

"Tanpa Bali bukan Indonesia. Tanpa Jawa bukan Indonesia. Tanpa Papua bukan Indonesia. Tanpa Maluku dan tanpa Manado tanpa Batak bukan Indonesia," kata Khofifah Indar Parawansa kepada Tribunjatim.com.

Tidak hanya soal suku bangsa tetapi juga soal agama. Di Indonesia ada banyak agama yang dianut oleh warganya ada Islam Kristen Katolik Hindu Budha hingga Konghucu.

Dan hal tersebut menjadi keberagaman yang bukan memecahkan melainkan justru menyatukan.

Ia menyebut tanpa Islam bukan Indonesia. Begitu juga tanpa agama Buddha tanpa Hindu tanpa Kristen tanpa Katolik bukanah Indonesia.

"Keberagaman ini mari kita sadari kita pahami sebagai bagian dari sunnatullah," ucap Khofifah yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Khadijah ini.

Dalam peringatan hari kemerdekaan ini, ia juga mengingatkan generasi penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Pengakuan Kontras Penghuni Apartemen Kalibata City dan Pengelola Tentang Pencopotan Bendera

Generasi zaman now juga harus terus menumbuhkan rasa nasionalisme dan menyontoh semangat cinta tanah air pada pahlawan di generasi lampau.

Lantaran sudah merdeka dan tidak perlu berperang, ia meminta anak-anak generasi zaman now untuk menghormati para pejuang dan pahlawan. Serta mengisi kemerdekaan dengan upaya mewujudkan cita-cita bangsa. (Surya/Fatimatuz zahroh)

 

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved