Simpan Sabu Seberat 15 Gram di Dalam Mobil Mainan, Ibu Asal Gresik Divonis 9 Tahun Penjara

Siti Maisaroh divonis harus mendekam di balik jeruji besi selama 9 tahun pasca jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin (20/8/2018

Simpan Sabu Seberat 15 Gram di Dalam Mobil Mainan, Ibu Asal Gresik Divonis 9 Tahun Penjara
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Siti saat mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim PN Surabaya. Senin, (20/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siti Maisaroh divonis harus mendekam di balik jeruji besi selama 9 tahun.

Ibu asal Gresik ini divonis oleh majelis hakim lantaran terjerat kasus kepemilikan narkoba jenis sabu dengan berat 15 gram.

Siti Maisaroh jalani sidang atas dugaan kepemilikan narkoba itu di Ruang Sari 1, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Senin, (20/8/2018).

Ia dijerat pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

(Begini Kronologi Pembocoran Soal UNBK di SMPN5 54 Surabaya Versi Mantan Kepsek)

(Kapolda Jatim Resmikan Monumen Perjuangan Polri Seusai Renovasi, ini Pesan Irjen Pol Machfud Arifin)

“Mengadili terdakwa terbukti bersalah dan dihukum selama 9 tahun serta dijatuhkan denda sebesar Rp 1 Miliar subsider 2 bulan,” tegas ketua majelis Agus Hamzah saat membacakan putusan.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Siti mengaku menerima atas vonis majelis hakim. 

Hal yang memberatkan terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah guna memberantas narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan dimana terdakwa mengaku menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya.

Sebelumnya, terdakwa dituntut oleh Jaksa dengan hukuman penjara selama 15 tahun, sementara hakim memberinya keringanan.

(Asian Games 2018 Digelar Meriah, Ini Deretan Perbedaan dengan Tahun 1962, Lihat Upacara Pembukaannya)

(Hadapi Pilpres 2019, Jokowi Bakal Gunakan Pola Kampanye yang Berbeda dengan Tahun 2014)

Terdakwa Siti mengaku tak tahu barang yang mirip bongkahan es batu itu ternyata narkotika.

Hal itu diketahui saat rumahnya digrebek oleh anggota Ditreskoba Polda Jatim yang menangkap dan mengintrogasi Heru Purwanto dan Miftahur Rozaq alias Ahong (terdakwa lain dalam berkas terpisah).

Sabu tersebut seberat 15 gram dibungkus tas kresek hitam menjadi dua kantong plastik masing-masing seberat 2,3 gram.

Pada tanggal 23 November 2017, rumah terdakwa digeledah dan ditemukan dua bungkus itu di dalam mobil mainan di dalam rumahnya.

(Hadapi Pilpres 2019, Jokowi Bakal Gunakan Pola Kampanye yang Berbeda dengan Tahun 2014)

(Kapolda Jatim Resmikan Monumen Perjuangan Polri Seusai Renovasi, ini Pesan Irjen Pol Machfud Arifin)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved