Terlibat Kegiatan Radikal, Warga Sumenep Madura Ditangkap Densus 88 Antiteror

Warga Sumenep Madura Ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri karena terlibat kegiatan radikal.

Terlibat Kegiatan Radikal, Warga Sumenep Madura Ditangkap Densus 88 Antiteror
TRIBUNJATIM.COM/IST
IF alias R (37), warga Desa Sawah Sumur, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - IF alias R (37), warga Desa Sawah Sumur, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, yang sudah lama tinggal di Kalimantan, ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Minggu, (19/8/2018) dini hari.

IF ditangkap lantaran diduga terlibat berbagai kegiatan paham radikalisme yang tersebar di Indonesia. Bahkan perburuan tim anti terir Densus 88 sudah sejak tahun lalu.

Namun baru tertangkap hari Minggu dini hari di Kalimantan dan perihal penangkapan lelaki kelahiran tahun 1981 kepada keluarganya di Pulau Kangean.

Kapolsek Arjasa, Iptu Karsono membenarkan adanya penangkapan warga asal Desa Sawah Sumur, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean yang terlibat kelompok radikal tersebut.

Atas adanya pemberitahuan itu, pihaknya juga sudah menyampaikan laporan ke Polres Sumenep.

“Senin pagi tadi, kami juga sudah mendapat laporan itu dari pihak keluarganya, dan sudah kami sampaikan pula ke Polres Sumenep,” ujarnya.

Terhadap kabar penangkapan itu, pihaknya mengaku hanya sebatas koordinasi saja dengan pihak keluarganya serta aparat desa setempat.

Sedangkan proses hukumnya terhadap IF menjadi kewenangan aparat Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Kepala Desa Sawah Sumur Samsuri membenarkan, bahwa memang benar warganya yang berinisial IF alias R ditangkap di Kalimantan Selatan karena diduga kuat terlibat kegiatan menyebarkan faham radikalisme.

“Dia memang berasal dari warga desa kami, tetapi sudah lama juga meninggalkan daerah ini ke Kalimantan, karena beristri warga asli Kalimantan,” papar Kades Syamsuri.

Syamsuri mengakui bahwa ia pernah bercerita, jika kemana saja selalu dibuntuti aparat kepoliaisan dan gerak-geriknya diawasi. IF sudah mengaku gerakannya diawasi sejak dua tahun terakhir, yakni 2016 dan 2017.

“ Ini terbukti, kami beberapakali di datangi aparat kepolisian, kodim bahkan dari Kodam juga bebeapakali datang ke desa kami,” beber Syamsuri.

Hingga akhirnya Kades Syamsuri mendapat kabar jika IF alias R telah ditangkap Densus 88 di Kalimantan Selatan. (Surya/riv)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved