Awalnya Jadi Kebanggan, Air Mancur Menari di Jembatan Suroboyo Kini Mandek dan Tak Beroperasi

Air Mancur Menari di Jembatan Suroboyo kini mandek dan tidak beroperasi, padahal sebelumnya jadi kebanggan warga.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Mujib Anwar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Air mancur menari di Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Air mancur menari yang selama ini menghiasi Jembatan Suroboyo dan jadi kebanggaan warga tiba-tiba mandek.

Akibatnya, pengunjung tak lagi menikmati sensasi air mancur menari dengan aneka sorot lampu yang indah dan cantik di malam minggu. 

"Biasanya ada musiknya yang khas. Semua tahu setiap pukul 19.30 ada pertunjukan air mancur menari. Namun sudah dua Bulan ini tidak dinyalakan. Kenapa saya tidak tahu," kata Romadoni, warga Bulak, Selasa (21/8/2018).

Dikonfirmasi hal itu, Camat Bulak Suprayitno mengatakan, air mancur menari yang lokasinya berada tidak jauh dari Sentra Ikan Bulak (SIB) itu memang tidak selalu dinyalakan. Selama ini hanya menyala saat malam Minggu. Itu pun hanya berlangsung 30 menit. 

"Pertimbangannya untuk bisa menyalakan air mancur menari dengan aneka lampu dan mudik itu listriknya mahal. Bisa jadi ini untuk penghematan," terangnya, Selasa (21/8/2018).

Informasi yang diterima, sekali nyala dibutuhkan energi listrik yang tidak kecil. Ada yang menyebut sekali menyala selama setengah jam bayar listriknya mencapai Rp 20 juta. Ini yang menjadikan air mancur menari itu hanya menyala saat malam Minggu saja. 

Air mancur menari selama ini menyala saat malam minggu. Saat Jembatan Suroboyo dibuka dan banyak pengunjung. Jembatan Suroboyo itu ditutup dan semua pengunjung parkir di area Kenjeran lama. 

Namun belakangan air mancur menari itu mati. Banyak Warga mempertanyakan kondisi ini.

Romadoni yang rumahnya tidak jauh dari lokasi Jembatan Suroboyo berharap agar air mancur menari bisa diaktifkan lagi. 

Karena tak ada lagi pertunjukan ini, pengunjung Jembatan Suroboyo diakui warga mulai berkurang. Biasanya tiap malam minggu banyak kendaraan memadati areal parkir kenjeran. Tidak boleh ada kendaraan melintas di jembatan itu. 

Dari jembatan ini, air mancur menari menakjubkan akan bisa dinikmati gratis. Namun situasi ini tidak bisa dinikmati belakangan. Kondisi ini mengundang keprihatinan Kepala Beppeko Ery Cahyadi.

"Ini tidak boleh terjadi lagi. Biarkan pengunjung menikmati Air mancur menari. Kalau memang karena faktor berbiaya tinggi, akan kami carikan Bapak Asuh untuk selalu menyalakan air mancur menari ini. Sebab sudah menjadi destinasi wisata Surabaya saat malam," ucap Ery. 

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan selaku penanggung jawab Jembatan Suroboyo dan Air Mancur Menari itu mengakui akan menyalakan fasilitas itu kalau banyak pengunjung. 

"Kami memang kurangi frekuensi air mancur menari. Bukan karena biayanya mahal ke PLN. Kan sekarang ada juga air mancur menari di ITS," kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati. (Surya/Faiq) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved