Breaking News:

Dampak Limbah B3, Warga Lakardowo Mojokerto Sebut Desanya Sudah Tak Layak Huni

Rumiyati, warga Desa Lakardowo, Mojokerto menyebut desanya sudah tak layak huni akibat limbah B3 dari produksi PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA).

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Ani Susanti
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ratusan warga Desa Lakardowo, Kabupaten Mojokerto, saat mengawal jalannya sidang atas gugatan pada Bupati non aktif Mojokerto terkait kasus limbah B3 di PTUN Surabaya, Selasa (21/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rumiyati, warga Desa Lakardowo, Mojokerto menyebut desanya sudah tak layak huni akibat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari produksi PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA).

“Kami ingin menggugat bupati (Mustofa Kamal Pasa) terkait izin lingkungan dari industri batako itu. Lingkungan kami sudah nggak layak huni. Kami merasakan pencemaran air, udara rasanya sudah nggak seperti dulu, sudah bau karena limbah B3 itu,” katanya pada TribunJatim.com, di Pengadilan Tata Usaha Negara, Surabaya, Selasa (21/8/2018).

Segala jenis limbah B3, lanjut Rumiyati,  dibawa ke perusahaan yang terletak sekitar 300 meter dari pemukiman warga tersebut.

Kawal Sidang Bupati Mojokerto Kasus Limbah B3, Ratusan Warga Lakardowo Padati PUTN Surabaya

Dikatakan Rumiyati, yang menjadi pokok permasalahan adalah limbah itu ditimbun dan tidak dikelola.

“Kami melihat dengan mata kepala sendiri limbah itu ditimbun tidak dikelola. Karena dulu maklum lah kami nggak punya handphone canggih, jadi tidak bisa merekam waktu kejadian. Ya ada sih rekaman sedikit, dan kami juga tidak tahu bahaya limbah itu,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati nonaktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa mendapat gugatan dari warga Lakardowo yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Lakardowo Mandiri (Green Woman) pada 28 Juli 2018.

Gugatan tersebut terkait Mustofa yang mengeluarkan izin lingkungan baru untuk industri usaha batako yang diajukan PT. PRIA pada November 2017.

Sidang Kasus Industri Limbah B3 Ditunda, Pihak Bupati Mojokerto Siap Atas Gugatan Warga Lakardowo

“PT. PRIA itu dipanggil langsung oleh pihak pengadilan guna dimintai keterangan terkait izin yang diajukan kepada Bupati Mojokerto,” ujar Rully Mustika Adya, kuasa hukum pihak warga Lakardowo.

Dalam izin tersebut tertulis perusahaan bergerak di industri batako.

Namun ternyata perusahaan tersebut mengelola bahan limbah B3.

“Memang ada perusahaan batako yang bahan bakunya limbah. Cuman mereka (PT. PRIA) nggak ada produksi batako. Kami menduga ada siasat agar dilancarkan izinnya karena mereka bermasalah,” pungkasnya.

Soal Kasus Limbah B3 di Mojokerto, Kuasa Hukum Warga Lakardowo: Kami Menduga Ada Siasat

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved