Pemkot Surabaya Terus Tambah Kelas di Jenjang SMP Negeri

Pemerintah Kota Surabaya terus menambah kapasita ruang kelas baru di sekolah negeri.

Pemkot  Surabaya Terus Tambah Kelas di Jenjang SMP Negeri
Tribunnews.com
Ilustrasi ruang kelas SD. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski protes dari MKKS SMP swasta masih ramai terdengar lantaran merasa tak kebagian murid, Pemerintah Kota Surabaya terus menambah kapasita ruang kelas baru di sekolah negeri.

Akhir tahun ini, Pemkot Surabaya tengah merampungkan pembangunan tambahan kelas baru di sebanyak 27 sekolah SMP negeri.

"Sepanjang tahun 2018 ini ada 27 SMP yang kita bangunkan tambahan kelas, bukan membangun sekolah baru tapi menambah kapasitas," ucap Kepala Bidang Pembangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Iman Krestian kepada Tribunjatim.com, Sabtu (1/9/2018).

Pulang dari Ibadah Haji, Annisa Pohan Tampil Berhijab Saat Kondangan Curi Perhatian, Intip Potretnya

Lebih lanjut pria berkacamata ini menyebutkan, ada pagu dalam kebiajan umum anggaran di tahun 2018 ini, sebanyak 214 gedung harus tercapai.

"Sebanyak 27 sekolah itu yang kita lakukan lelang katrna anggarannya lebih dari Rp 1 miliar. Sisanya kita penunjukkan langsung.

Maka pagu KUAPPAS tercapai dan sebagain masih berjalan pembangunannya," kata Iman.

Penambahan kapasitas ruang kelas itu juga termasuk rehabilitasi sekolah-sekolah yang ruangnya mengalami kerusakan.

Untuk titiknya, Iman menegaskan bahwa semua titik berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota SuraBaya.

"Selain SMP juga SD, untuk SD kita yang lelang ada di 40 sekolah. Peruntukannya sama, untuk menambah kelas dan rehabilitasi," tambahnya.

Anggaran pembangunan sekolah di 2018 ini disampaikan iman mencapai Rp 260 miliar. Ia optimis semua akan terserap dan akan selesai pembangunan fisiknya sampai akhir tahun.

KPK Kembali Periksa Anggota Dewan Kota Malang

Sebelumnya, bulan lalu sejumlah Guru MKKS SMP swasta Surabaya sempat melakukan protes. Pasalnya, mereka mengalami kekurangan murid.

Bahkan satu sekolah hanya mampu mendapatkan siswa sebanyak tiga hingga empat siswa saja.

Salah satu sebabnya karena ada peningkatan jumlah pagu siswa di SMP negeri dan persaingan penerimaan siswa jalur mitra warga. (Surya/Fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved