Kejari Kota Madiun Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah dari Pemkot Madiun

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun sedang menyelidiki dugaan korupsi dana hibah di Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Kejari Kota Madiun Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah dari Pemkot Madiun
(Surya/Rahadian bagus)
Seorang pegawai PNM (berkerudung) sedang diperiksa penyidik Kejari Kota Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun sedang menyelidiki dugaan korupsi dana hibah di Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Diduga dana hibah dari Pemerintah Kota Madiun senilai Rp 2,3 miliar disalahgunakan.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kota Madiun telah memangil 17 pegawai dan pejabat kampus Politeknik Negeri Madiun (PNM) untuk dimintai keterangan.

"Total sudah ada 17 pegawai dan pejabat yang kita panggil dan periksa terkait dana hibah tersebut," jelas Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Kota Madiun, I Ketut Suarbara kepada wartawan di kantornya Kamis (6/9/2018).

Dia menuturkan, pemeriksaan yang dilakukan tim kejaksaan sudah dimulai sejak 23 Agustus, lalu.

Mantan Kepsek di Surabaya ini Dituntut 3 Tahun Karena Curi Soal

Sedangkan hari ini, ada dua orang yang diperiksa berinsial RB dan ND, dari Poltek Malang yang diperbantukan di Poltek Madiun.

"Hari ini ada dua orang, semua perempuan berstatus PNS dari Poltek Malang yang diperbantukan di Poltek Madiun, inisial RB dan ND, keduanya kami periksa secara terpisah," katanya.

Dia menuturkan, RB menjabat sebagai bendahara pengeluaran, dan rekannya ND menjabat bendahara penerimaan.

Selain itu, pengurus PNM dan sejumlah pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Madiun juga akan di panggil.

Kasus ini bermula saat PNM mendapat kucuran dana hibah dari Pemkot Madiun sebesar Rp 2,3 miliar pada tahun 2014. Dana itu diberikan saat masa transisi PNM menjadi negeri.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved