Selain Kurungan Penjara, 4 Terdakwa PT DPS Dituntut Ganti Rugi 24 Persen dari Total Kerugian Negara

Kasus dugaan korupsi pengadaan proyek tangki pendam fiktif senilai Rp 179 M oleh PT DPS disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Selain Kurungan Penjara, 4 Terdakwa PT DPS Dituntut Ganti Rugi 24 Persen dari Total Kerugian Negara
SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN
Tiga tersangka dugaan pengadaan tangki pendam fiktif saat dilimpahkan penyidik Pidsus Kejagung ke Kejari Tanjung Perak, Kamis (5/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus dugaan korupsi pengadaan proyek tangki pendam fiktif senilai Rp 179 milliar oleh PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) yang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya telah memasuki agenda pembacaan tuntutan, Jumat (7/9/2018).

Keempat terdakwa PT DPS, yakni Direktur Utama, Muhammad Firmasnyah Arifin; mantan Direktur Administrasi dan Keuangan, Nana Suryana Tahir; mantan Direktur Produksi, I Wayan Yoga Djunaedy; mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Muhammad Yahya hadir mengikuti pembacaan tuntutan yang disampaikan jaksa.

JPU Katrin Sunita mengatakan, Dirut PT Dok dan Perkapalan Muhammad Firmasnyah Arifin dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan.

Kunjungi Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo, Jokowi Ajak Santri Terus Jaga dan Rawat Persatuan Bangsa

Lalu mantan Direktur Administrasi dan Keuangan, Nana Suryana Tahir, dituntut lima tahun penjara dengan denda Rp 500 juta dan subsider enam bulan.

Tuntutan seperti Nana Suryana juga diterima oleh Direktur Produksi, I Wayan Yoga Djunaedy, dan mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Muhammad Yahya.

Katrin Sunita menuturkan, tak hanya dikenakan tuntutan pidana lima sampai tujuh tahun dan denda ratusan juta rupiah, keempat terdakwa juga diwajibkan untuk mengganti kerugian negara.

4 Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Tangki Pendam Fiktif PT Dok Surabaya Disidang, ini Tuntutan JPU

"Ganti ruginya ini uang penggantian, sebesar 951.294 dolar yang merupakan 24 persen dari total kerugian negara yakni 3.963.725 dolar amerika," ujar Katrin saat diwawancarai TribunJatim.com, Jumat (7/9/2018).

Katrin mengimbuhkan, bila keempat terdakwa tidak membayar, maka akan diberi tenggang waktu 2,6 tahun.

"Ganti rugi itu berlaku untuk semuanya," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved