Akses Suramadu Dirazia Tengah Malam, Polres Bangkalan Panen Kendaraan Bodong

Polres Bangkalan panen tangkapan kendaraan bodong saat menggelar razia tengah malam di akses Suramadu.

Akses Suramadu Dirazia Tengah Malam, Polres Bangkalan Panen Kendaraan Bodong
SURYA/AHMAD FAISOL
Polres Bangkalan menggelar razia skala besar dengan menerjunkan 100 personel di simpang empat akses Suramadu, Desa Alang-alang Kecamatan Labang, Minggu (9/9/2018) dini hari. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Polres Bangkalan menurunkan sedikitnya 100 personel dari berbagai fungsi dalam razia besar-besaran di simpang empat akses Suramadu, Desa Alang-alang Kecamatan Labang, Minggu (9/9/2018) dini hari.

Hasilnya, sebanyak 22 sepeda motor dan sebuah kendaraan roda empat diamankan. Karena tidak dilengkapi surat kendaraan alias bodong, tidak menggunakan spesifikasi standar, dan menggunakan knalpot brong.

Dalam razia skala besar itu, Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan turun langsung memantau didampingi Wakapolres Kompol Imam Pauji, Kabag Ops Kompol Nur Halim, serta sejumlah perwira lainnya.

Mereka turut memeriksa bagasi-bagasi mobil, muatan kendaraan boks, hingga melakukan pemeriksaan tubuh pengendara roda dua dan roda empat.

Boby mengungkapkan, gelar razia itu menyasar sejata tajam, senjata api, bahan peledak, dan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat yang sah.

"Kami sita 22 sepeda motor dan satu mobil. Ini sebagai langkah mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkap Boby.

Razia berlangsung mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 01.30 WIB. Beberapa kendaraan roda dua memilih berhenti pada radius sekitar 200 meter dari titik razia.

Namun upaya para pengendara untuk menghindari razia itu gagal. Pasalnya, sejumlah anggota satlantas, intel, dan reskrim menghalau mereka agar melanjutkan perjalanan.

Puluhan kendaraan hasil razia diangkut truk-truk milik Satuan Sabhara menuju Mapolres Bangkalan.

"Silahkan mengambil di mako. Dengan catatan harus menunjukkan surat-surat kendaraan," tegasnya.

Tak cukup menggelar razia, puluhan polisi lantas melakukan patroli menyusur jalur-jalur rawan begal dan peredaran narkoba.

Boby menjelaskan, patroli menggunalan motor dan mobil di jalur rawan itu guna mengntisipasi sekaligus meminimalisir tindak kriminalitas.

"Seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian dengan kekerasan," pungkasnya. (Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved