LG Electronics Indonesia Targetkan Pangsa Pasar AC Inverter Capai 30 Persen di Akhir Tahun 2019

PT LG Electronics Indonesia menargetkan raihan market share atau pangsa pasar AC inverter sebesar 30 persen di akhir tahun 2019.

LG Electronics Indonesia Targetkan Pangsa Pasar AC Inverter Capai 30 Persen di Akhir Tahun 2019
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
LG AC Inverter-Universitas Indonesia Energy Saving Certification di JW Marriot Surabaya, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT LG Electronics Indonesia menargetkan raihan market share atau pangsa pasar AC inverter sebesar 30 persen di akhir tahun 2019.

Satu upaya yang dilakukan untuk mencapai targetan tersebut ialah merilis sertifikasi tingkat konsumsi listrik yang hemat energi bekerja sama dengan Electric Power and Energy Study (EPES) Universitas Indonesia (UI).

"Saat ini market share AC inverter LG berada di angka 15 persen. Angka ini tergolong cukup bagus dibandingkan tiga tahun lalu yang hanya 5 persen saja. Dengan hadirnya sertifikasi ini, kami targetkan tahun depan market share AC inverter bisa naik jadi 30 persen," tutur Air Conditioning Business Leader LG Electronic Indonesia, Jack Kim saat media conference LG AC Inverter-Universitas Indonesia Energy Saving Certification di JW Marriot Surabaya, Kamis (13/9/2018).\

Hasil Uji EPES Universitas Indonesia Sebut AC Inverter Single Commercial LG Hemat Listrik 62 Persen

Dari sisi pertumbuhan secara nasional pada pertengahan tahun 2018, Kim mengatakan, AC inverter pabrikan LG mencatatkan pertumbuhan yang positif yakni berada dikisaran 17-18 persen.

Sedangkan di Jawa Timur sebesar 14-15 persen.

"Kalau untuk kontribusi AC inverter terhadap total penjualan LG, porsinya sebesar 15-17 persen. Karena penopang utama masih televisi, disusul kulkas dan mesin cuci. Baru kemudian AC inverter," jelasnya.

Agresif Perluas Pasar, LG Electronics Indonesia Kenalkan Dua AC Single Commercial Hemat Listrik

Air Solution Channel Team Leader LG Electronics lndonesia, Pramu Baskoro mengakui, saat ini untuk uji sertifikasi tingkat konsumsi listrik terhadap produk-produk LG masih dilakukan untuk AC inverter.

Pihaknya masih belum berencana melakukan uji sertifikasi hemat energi terhadap produk-produk lainnya.

"Hal ini karena melihat AC merupakan produk elektronik yang memang selama ini diketahui konsumsi listriknya paling besar diantara lainnya," akunya.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, tambah Purmo, setidakanya bisa memberikan dampak secara langsung, dimana bisa hemat listrik 60 persen maupun tidak langsung, yaitu masyarakat ikut mendukung kampanye sosial peduli lingkungan.

Gandeng UI, LG Electronics Indonesia Rilis Sertifikasi Hemat Listrik AC Inverter Single Commercial

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved