Polres Gresik Gagalkan Pengiriman 50 Ribu Butir Pil Koplo Dibungkus Kresek

Dibungkus kresek untuk klamuflase, sebanyak 50 ribu pil koplo berhasil digagalkan Polres Gresik saat dikirim.

Polres Gresik Gagalkan Pengiriman 50 Ribu Butir Pil Koplo Dibungkus Kresek
SURYA/SUGIYONO
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro bersama Satnarkoba dan Polsek Cerme menunjukkan Pil Dobel L sebanyak 50.000 butir yang berhasil diungkap, Kamis (13/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Polres Gresik menangkap Heri Suyono (33), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo dan Nurani (31), warga Desa Mojosari Kecamatan Mojokerto. Keduanya ditangkap saat transaksi pil koplo di wilayah Driyorejo.

Terungkapnya kasus tersebut ketika Polsek Cerme menerima informasi adanya transaksi pil dobel L di wilayah Driyorejo. Kemudian, berkordinasi dengan Satnarkoba Polres Gresik untuk menangkapnya. Sehingga pelaku berhasil ditangkap di dekat Masjid, Jl Raya Legundi Kecamatan Driyorejo.

Dari tertangkapnya Heri dan Nurani yang mengendarai mobil Honda Jazz warna Merah Nopol W 843 BC. Ditemukan dalam mobil mereka sebuah kardus berisi 50.000 pil dobel L atau pil koplo yang terbagi menjadi dua bungkus. Satu kresek berisi 17.000 butir dan satu kardus berisi 33.000 butir.

Selanjutnya, kedua tersangka berserta barang bukti dibawa ke Polsek Cerme untuk dimintai keterangan. "Total dari dalam mobil itu ditemukan barang bukti berupa pil dobel L sebanyak 50.000 butir," katanya.

Barang bukti lainnya yaitu sebuah mobil Honda jazz nopol W 843 BC dan dua ponsel milik kedua tersangka.

Kedua tersangka mengaku mendapatkan ribuan Pil Koplo itu dari Mat Gundul, warga Krian Sidoarjo.

"Setelah dibawa ketempat Mat Gundul. Ternyata yang bersangkutan sudah melarikan diri. Sampai saat ini kita masih koordinasi dengan jajaran Polda Jatim untuk mencari jaringannya," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, didampingi Kapolsek Cerme AKP Tatak Sutrisna dan Kasat Narkoba, Kamis (13/9/2018).

Hasil tes urine terhadap Heri dan Nurani, ternyata keduanya positif mengkonsumsi obat terlarang. "Hasil tes urine, keduanya positif mengkonsumsi obat-obatan terlarang," tegasnya.

Akibat transaksi penjualan pil dobel L tersebut, keduanya dijerat dengan Pasal 196 atau pasal 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 15 Tahun.

Sementara, Heri Suyono mengaku hanya diperintahkan mengantarkan pesanan ke Gresik. Dengan upah setiap bungkus plastik berisi 1.000 butir mendapat keuntungan Rp 100.000. Hari bersedia mengantarkan barang terlarang tersebut karena pekerjaan setiap hari hanya mencari oli bekas dari bengkel-bengkel.

"Setiap hari kerja cari oli bekas untuk dijual kembali. Sementara hasil menjual ini setiap bungkus nya mendapat Rp 100.000," kata Heri.

Dalam menjalankan obat terlarang ini, Heri mengaku baru dua bulan menjalani bisnis pil koplo dan baru kedua kali mengirim ke Gresik. Yang pertama mengirim 10.000 butir. "Kedua, sekarang ini tertangkap," imbuhnya. (Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved