Tambah Delapan Lantai, RSUD Dr Soewandhi Digerojok Anggaran Rp 200 Miliar

RSUD Dr Soewandhi digerojok sebesar anggaran Rp 200 miliar untuk menambah delapan lantai.

Tambah Delapan Lantai, RSUD Dr Soewandhi Digerojok Anggaran Rp 200 Miliar
TRIBUNJATIM/IST
Pasien yang dirawat di RSUD Dr Soewandhi Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengembangan RSUD Dr Soewandhi terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Untuk mengukuhkan perannya sebagai rumah sakit pendidikan, tahun depan RSUD Dr Soewandhi akan dibangun dengan ditambah gedung delapan lantai.

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya,  Iman Krestian, mengatakan, pembangunn delapan lantai itu akan dilakukan tahun 2019 mendatang.

"Sekarang sudah masuk perencanaan.  Tahun depan dialokasikan Rp 200 miliar ada pembangun delapan lantai,  dan basemen di RSUD Dr Soewandhi," kata Iman,  Sabtu (15/9/2018).

Pembangunan ini dilakukan tahun depan lantaran Pemkot tepatnya Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah sudah berhasil membayar ganti rugi sebanyak delapan persil lahan warga di belakang RSUD Dr Soewandhi.

Sehingga sepanjang akhir tahun ini akan dilakukan penyelesaian dan proses eksekusi bangunan yang sudah bebas.  Tahun depan sudah siap untuk dilakukan pembangunan gedung delapan lantai. 

Lebih lanjut Iman menjelaskan di gedung delapan itu nantinya akan melengkapi layanan pengobatan di RSUD dr Soewandhi. 

"Nanti akan ada layanan tambahan kemoterapi,  radioterapi,  poli onkologi,  hemodealisa, dan rehab modik," tegas Iman. 

Proyek ini akan direalisasikan multitahun.  Sehingga diprediksi bisa rampung tahun dalam dua tahun. Dengan penambahan gedung delapan lantai ini,  kapasitas  rawat inap juga akan bertambah.  Penambahan kapasitas rapat inap akan sekitar 100 bed.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey,  mengatakan pembangunan layanan kesehatan di RSUD Dr Soewandhi ini diharuskan bisa menambah kualitas layanan. 

Politisi Partai Nasdem ini menegaskan penambahan kapasitas harus sejalan dengan kualitas layanan.  "Dana ini besar, harus seimbang dengan kualitas layanan yang ditambahkan. 

Misalnya sekarang yang banyak antri yang mana itu yang ditambahkan. Jangan tambahan gedung,  tambahan alat tapi tak menjawab persoalan," kata Awey. (fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved