Breaking News:

Nata de Legen, Berkah Sentuhan Teknologi Mikroba Bagi Masyarakat di Sekitar Pantai Dalegan

Berkah sentuhan teknologi mikroba bagi masyarakat di sekitar Pantai Dalegan ini bernama Nata de Legen, lewat intervensi Dosen Unesa.

Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM/IST
Dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan produk Nata de Legen hasil pendampingannya kepada masyarakat Dusun Shoberoh, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengembangan nira siwalan dari pohon Siwalan atau biasa disebut Legen dilakukan oleh empat dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Mereka adalah Dr Mahanani Tri Asri MSi, Dr Nur Ducha MSi, Dra Evie Ratnasari MSi dan Ahmad Bashri SPd MSi. Legen yang dikembangkan berasal dari Dusun Shoberoh, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Ahmad Bashri, Dosen Jurusan Biologi FMIPA Unesa mengatakan, pengembangan legen dipilih, karena minuman ini banyak dijual disepanjang jalan menuju Pantai Dalegan dan di lokasi wisata Pantai Dalegan. Legen ini mudah mengalami fermentasi alami sehingga rasanya menjadi asam dan beralkohol.

"Pada kondisi tersebut legen menjadi tidak laku jual. Makanya Unesa berusaha memanfaatkan legen yang tidak laku jual itu menjadi produk nata de legen yang mempunyai nilai ekonomi tinggi," ujarnya, kepada Tribunjatim.com, Rabu (19/9/2018).

Temukan ELF, Mahasiswa Unej Sulap Tempe Bisa Bertahan 8 Hari dan Tetap Bergizi Tanpa Bahan Pengawet

Untuk mewujudkan hal itu, dirinya, kata Bashri bersama tiga dosen Biologi lainnya memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan legen yang tidak laku jual kepada masyarakat. Kegiatan tersebut mendapatkan pendanaan dari skim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kemenristek Dikti.

"Nah, disinilah kami memilih Dusun Shoberoh Desa Dalegan sebagai mitra pada program Pengabdian Kepada Masyarakat Unesa, karena memiliki potensi yang luar biasa," jelasnya.

Apalagi, selama ini masyarakat Dalegen menjual legennya masih dalam keadaan asli dalam bentuk minuman segar atau dicamput dengan Dawet disepanjang jalan menuju obyek wisata Pantai Dalegan.

Jika ada yang tidak laku jual karena sudah terfermentasi sehingga asam dan beralkohol tinggi, maka legen ini akan dibuat gula merah yang nilai jualnya menjadi rendah.

UMKM, Raksasa Ekonomi Jatim yang Tak Rontok Diterjang Krisis dan Naiknya Dolar Amerika

Permasalahan ini yang menyebabkan Unesa mempunyai inisiatif memberikan pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatakan legen yang tidak laku jual menjadi produk yang laku jual dan bisa tahan lama, yaitu nata de legen.

"Nata de Legen ini sangat mirip dengan nata de coco baik bentuk maupun rasa dan kompoisi nutrisinya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved