Hari Tani Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Malang Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD Kota Malang

Sekelompok mahasiswa gabungan yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Kota Malang menggelar aksi unjuk rasa.

Penulis: Alfi Syhari Ramadana | Editor: Dwi Prastika
SURYA/ALFI SYAHRI RAMADANA
Aliansi Mahasiswa Kota Malang saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang. Mereka melakukan aksi sebagai bagian dari memperingati Hari Tani Nasional, Senin (24/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sekelompok mahasiswa gabungan yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Kota Malang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (24/9/2018).

Aksi tersebut dilakukan mahasiswa sebagai bagian untuk memperingati Hari Tani Nasional.

Ada empat tuntutan yang disuarakan mahasiswa.

Empat poin tuntutan tersebut antara lain, penegasan pelaksanaan undang-undang pokok agraria serta undang-undang no 41 tahun 2009 mengenai perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan; menuntut pemerintah untuk bisa mengutamakan penyerapan pangan nasional, dan menindak tegas kebijakan impor saat panen raya; meminta pemerintah untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja Kementerian Perdagangan atas kebijakan impor yang dilakukan; serta mengusut tuntas praktik korupsi di bidang agraria khusunya perkebunan, kehutanan yang menyebabkan maraknya perampasan lahan.

Kasus Guru Culik Muridnya di Malang, Polisi Tunggu Hasil Visum Luka Lecet pada Korban

Koordiator lapangan (korlap) Aliansi Mahasiswa Kota Malang, Fajar Noor Alamsyah Nugraha menjelaskan, saat ini pihaknya merasa prihatin dengan nasib petani di Indonesia.

Pasalnya, menurutnya, kini nasib petani semakin termarjinalkan, apalagi untuk Kota Malang sendiri, orientasi pembangunan bukan lagi sektor pertanian.

"Saat ini orientasi pembangunan justru berfokus pada sektor industri. Belum lagi tahun-tahun ini masalah impor bahan pangan," terangnya, Senin (24/9/2018).

Soal Insiden Benturan Hendro Siswanto dan Imanuel Wanggai, Pelatih Arema FC: Sebaiknya Kartu Merah

Lebih lanjut, Fajar menambahkan, saat ini pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak berjalan searah dalam menentukan kebijakan.

Ia mencontohkan saat Kementan menyatakan bahwa Indonesia mengalami surplus bahan pangan seperti beras dan jagung, Kemendag justru membuat kebijakan dengan melakukan impor bahan pangan.

"Dengan adanya impor tersebut, maka hal itu membuat petani semakin kesulitan. Sebab, harga hasil panen mereka menjadi lebih murah saat pemerintah memutuskan melakukan impor bahan pokok," imbuhnya.

Kasus Murid Diculik Guru di Malang, Polisi Sebut Pelaku Diduga Punya Kelainan Seksual, Korban Trauma

Setelah sekitar satu jam melakukan orasi di depan gedung DPRD Kota Malang, perwakilan mahasiswa peserta unjuk rasa akhirnya diterima oleh beberapa anggota DPRD Kota Malang.

Mereka sempat menggelar dialog mengenai apa yang menjadi tuntutan mahasiswa di dalam gedung dewan.

Anggota DPRD dari fraksi PKB, Siswo Waroso yang ikut menemui perwakilan massa aksi mengakui bahwa sudah mendengarkan dan mencatat apa saja yang menjadi tuntutan dari massa aksi.

Ia juga mengaku akan tetap berusaha menyampaikan aspirasi yang dibawa mahasiswa tersebut ke pemerintah pusat.

Modal Tiga Komitmen ini, Sutiaji Siap Kerja Keras Wujudkan Kota Malang Bermartabat

Cetak Hat-trick saat Melawan Mitra Kukar Jadi Modal Apik Persebaya Hadapi Arema FC

"Kami menghargai upaya yang dilakukan teman-teman mahasiswa. Untuk itu, kami akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mereka ke pemerintah pusat," katanya usai pertemuan dengan mahasiswa.

Lebih lanjut, Siswo mengungkapkan, ke depan pihaknya mengaku siap jika mahasiswa Kota Malang mengundang untuk melakukan diskusi untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini.

"Kami siap diundang juga siap mengundang mahasiswa. Agar semua persoalan bangsa ini bisa terselesaikan dengan baik," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved