Rumah Politik Jatim

Jabat Bupati Pasuruan Periode Kedua, Adik Gus Ipul Fokus Entas Kemiskinan Lewat Perwira

Adik Gus Ipul menyatakan fokus entas kemiskinan lewat Perwira, usai resmi dilantik jadi Bupati Pasuruan periode kedua.

SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf usai dilantik sebagai Bupati Pasuruan di kali kedua bersama pasangannya, KH Mujib Imron di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Untuk kali kedua, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf telah resmi dilantik kembali sebagai Bupati, Senin (24/9/2018) di Gedung Negara Grahadi. Pria yang akrab disapa Gus Irsyad ini menyebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah fokus pekerjaan. Di antaranya sektor kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Hal ini dijelaskan Adik Kandung Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini, usai acara pelantikan Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota oleh Gubernur Jatim, Soekarwo di Gedung Negara Grahadi.

"Penurunan angka kemiskinan telah masuk di dalam program pembangunan lima tahun kedepan," kata Gus Irsyad, Senin (24/9/2018).

Usai Dilantik, Irsyad dan Mujib Diarak Ratusan Motor Aparat Desa dari Pintu Tol ke Pendopo Pasuruan

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan, sejak 2014 sampai dengan 2016 lalu, dimana Gus Irsyad memulai menjabat sebagai bupati, angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Pasuruan memang cenderung menurun. Dari presentase kemiskinan sebesar 10,86 persen pada 2014 atau 170.740 penduduk berkurang menjadi sebesar 10,54 persen atau 168.060 penduduk.

Bahkan, presentase kemiskinan di Pasuruan tersebut masih lebih rendah dibanding provinsi Jawa Timur yang masih berada di angka 12,05 persen. Juga berada di tingkat nasional, yang masih di angka 10,86 persen.

Meskipun lebih rendah, prosentase penurunan di Pasuruan tersebut justru masih lebih rendah dibanding nasional maupun provinsi. Di dalam tiga tahun (2014-2016), Jatim menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,37 persen.

Pakde Karwo Tantang Kepala Daerah yang Baru untuk Perangi Kemiskinan dan Singgung Integritas

Sedangkan, di tingkat nasional mencapai 0,39 untuk periode yang sama. Sementara Pasuruan baru sekitar 0,32 persen.

Gus Irsyad pun mengatakan bahwa lambannya penurunan tersebut sebagai implikasi dari kondisi ekonomi makro dan keuangan dunia.

"Tentu, hal ini ada pengaruh ekonomi makro, ekonomi global," tandas adik kandung Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul ini.

Hal ini juga yang menjadi bahan Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2018 silam.

12 Bupati dan Wali Kota di Jatim Hasil Pilkada Serentak 2018 Resmi Dilantik, 5 Diantaranya Incumbent

"Di dalam LKPJ, kami sampaikan bahwa penurunan di nasional ini mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka dan sekaligus angka kemiskinan," tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya lantas menyiapkan sejumlah solusi. Di antaranya, dengan menyiapkan program pembangunan ekonomi berbasis kedaerahan. Yakni, melalui Rumahku Surgaku. Serta, Perempuan Berwirausaha (Perwira).

Dengan menciptakan lapangan kerja sendiri juga akan efektif menurunkan angka TPT sekaligus berdampak positif terhadap penurunan kemiskinan.

"Solusinya, pembangunan ekonomi berbasis keluarga. Program Rumahku Surgaku, perempuan berwirausaha (perwira), hingga peningkatan Balai Latihan Kerja (BLK) kami harapkan menjadi solusi," tegasnya.

Inilah 5 Pesan Penting dan Warning Pakde Karwo pada 12 Kepala Daerah yang Dilantik

"Kami memastikan bahwa kemiskinan dan TPT adalah salah satu fokus pemerintahan kedepan," pungkas adik Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf ini. (Bobby Koloway)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved