Pilpres 2019

Polemik Debat Capres Berbahasa Inggris-Arab, Najwa Shihab Ajukan Debat ala Amerika Serikat: Berani?

Najwa Shihab bersama tim Mata Najwa memberikan usulan debat bagi para kandidat dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

Polemik Debat Capres Berbahasa Inggris-Arab, Najwa Shihab Ajukan Debat ala Amerika Serikat: Berani?
Instagram/najwashihab
Najwa Shihab 

Mari kita dorong agar penyelenggara capres mengedepankan substansi, konkrit, daripada berkutat pake bahasa Inggris atau arab," tutur Najwa.

Lihat videonya:

Tagar #SiapPakEdy Trending, Begini Reaksi Kocak Netizen, Tsamara Amany: Pertanyaan Penting Malam Ini

Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, Ketua KPU Arief Budiman menyebut pihaknya berencana menggelar debat pasangan capres dan cawapres sebanyak lima kali.

Jumlah tersebut sama dengan Pemilu Presiden 2014.

Menurut Arief, belum ada pembahasan detail mengenai mekanisme debat.

Dari lima kali debat, bisa saja tiga kali debat khusus untuk debat capres dan dua kali debat cawapres.

Atau, bisa juga keseluruhannya debat pasangan capres-cawapres.

"Ada dua desain (debat capres). Satu, tiga kali capres, terus dua kali cawapres, misal begitu. Atau bisa juga lima kalinya akan dilakukan barengan semua (pasangan capres-cawapres)," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

Sejauh ini, KPU juga belum menyusun jadwal debat Pilpres.

Namun, rencananya debat akan mulai digelar tahun 2019.

Miyawaki Sakura, Yabuki Nako & Honda Hitomi Segera Gabung ke IZ*ONE, AKB48 Rilis Single No Way Man

"Mungkin debatnya itu di 2019 lah. Januari satu kali, Februari satu kali, Maret satu kali, begitu misalnya. Kemudian nanti April kita bikin dua kali, tiga kali gitu," ujar Arief.

Namun demikian, Arief memastikan debat Pilpres akan digelar menggunakan Bahasa Indonesia, tidak menggunakan Bahasa Inggris seperti yang diusulkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maupun Bahasa Arab sebagaimana yang diusulkan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebab, debat Pilpres tujuannya untuk disimak oleh orang Indonesia.

Oleh karenanya, harus menggunakan bahasa yang dimengerti seluruh warga negara.

"Debat Bahasa Indonesia, wong debat itu yang menyaksikan siapa? Orang Indonesia," tutur Arief.

Namun demikian, jika ada pihak yang mengusulkan debat menggunakan bahasa asing, pihaknya tetap akan menampung.

Tetapi, untuk pelaksanaannya, perlu dipertimbangkan kembali. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Polemik Debat Capres Gunakan Bahasa Inggris atau Arab, Najwa Shihab Ajukan Debat ala Amerika Serikat.

Editor: Ani Susanti
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved