Petani Jember Lakukan Aksi Simpatik, Usulkan Ada Tim Gugus Reforma Agraria

Ribuan orang memperingati Hari Tani Nasional ke-58 di Alun-alun Jember, Rabu (26/9/2018). Aksi simpatik ini digelar oleh Serikat Tani Independen

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Aksi simpatik petani di Alun-alun Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Ribuan orang memperingati Hari Tani Nasional ke-58 di Alun-alun Jember, Rabu (26/9/2018). Aksi simpatik ini digelar oleh Serikat Tani Independen (Sekti) Jember.

Melalui aksi itu, Sekti menyuarakan percepatan pelaksanaan reformasi agraria di Kabupaten Jember. Ketua Sekti Jember, Jumain menegaskan perlunya Bupati Jember membentuk gugus reforma agraria di Kabupaten Jember.

"Supaya reformasi agraria yang diniatkan oleh Presiden segera terlaksana secara cepat dan tepat di Jember, sehingga Bupati Jember perlu membentuk gugus reforma agraria di tingkat daerah," ujar Jumain.

Ribuan orang itu membawa sejumlah poster, yang antara lain bertuliskan 'tinjau kembali HGU abal-abal', 'lawan perampasan tanah', 'kembalikan tanah sempadan kepada rakyat', 'tegak lurus reforma agraria', juga 'lawan perampas tanah'.

Jumain mengingatkan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden No 86 Tahun 2018 tentang percepatan pelaksanaan Reforma Agraria.

Alfamart Beri Pinjaman Bunga 0% Bagi Pedagang Warung Binaan  

Karenanya, lanjutnya, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten harus segera menindaklanjuti Perpres tersebut.

Jumain mencontohkan beberapa daerah di Indonesia yang telah memiliki tim Gugus Reforma Agraria itu antara lain Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, Kabupaten Muba Sumatera Selatan dan Provinsi Banten.

Sedangkan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Dr Nurul Ghufron yang ikut dalam aksi simpatik itu menegaskan, ada lima kategori tanah yang bisa diikutkan dalam reforma agraria yakni tanah nutfah, tanah HGU yang tidak diperpanjang izinnya, Tanah HGB, tanah penyelesaian konflik yang dimenangkan negara, juga tanah timbul dari proses Alami sungai bisa jadi milik rakyat (petani penggarap).

Senada dengan petani, Ghufron juga menyarankan Pemerintah Kabupaten memiliki satuan tugas reforma agraria. Ghufron menyebutkan dengan Dewan Reforma Agraria Daerah.

Peringati Hari Tani Nasional, La Nyalla : Pemerintah Harus Peduli Nasib Petani

"Tugasnya antara lain menginventarisasi tanah-tanah yang dikelola oleh petani, untuk kemudian diusulkan ke pemerintah supaya masuk ke program reforma agraria. Ini bisa menekan konflik-konflik agraria di daerah," tegas Ghufron.

Sementara, Bupati Jember Faida yang menemui petani itu dalam pidatonya menegaskan Pemkab Jember telah menganggarkan dana sebesar Rp 23 miliar untuk anggaran pendaftaran tanah sistemik lengkap (PTSL) oleh warga. Dana ini dianggarkan untuk menekan konflik agraria di Jember. (Tribunjatim.com/uni)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved