Petugas Gabungan Satpol PP Mojokerto Tertibkan Pedagang yang Dirikan Bangunan di Atas Saluran Air

Petugas gabungan Satpol PP Kota Mojokerto, TNI, polisi, dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban serta memberikan sosialisasi kepada para pedagang.

Petugas Gabungan Satpol PP Mojokerto Tertibkan Pedagang yang Dirikan Bangunan di Atas Saluran Air
SURYA/DANENDRA
Petugas gabungan Satpol PP Kota Mojokerto, TNI, polisi, dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban serta memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang mendirikan bangunan semi permanen di atas saluran air, Kamis (27/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas gabungan Satpol PP Kota Mojokerto, TNI, polisi, dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban serta memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang mendirikan bangunan semi permanen di atas saluran air.

Petugas menyisir di beberapa titik berkumpulnya pedagang kaki lima, di antaranya, di Jalan Empu Nala dan Jalan Cinde.

Saat para petugas gabungan tiba di lokasi, sebagian para pedagang tampak panik.

Mereka menjawab pertanyaan petugas dengan terbata-bata.

Peringati HUT ke-63 Polantas, Polres Mojokerto Gelar Kegiatan Trans Majapahit dengan Bersepeda

Guru Honorer K2 Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Pemkab Mojokerto, Berikut Empat Tuntutannya

Sebelumnya, petugas Satpol PP Kota Mojokerto telah memberikan sosialisasi melalui tatap muka dan tertulis.

Namun pedagang tak menghiraukan teguran petugas.

Petugas gabungan Satpol PP Kota Mojokerto, TNI, polisi, dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban serta memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang mendirikan bangunan semi permanen di atas saluran air, Kamis (27/9/2018).
Petugas gabungan Satpol PP Kota Mojokerto, TNI, polisi, dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban serta memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang mendirikan bangunan semi permanen di atas saluran air, Kamis (27/9/2018). (SURYA/DANENDRA)

Bangunan semi permanen itu masih tegak berdiri di atas saluran air.

"Kami sudah mengimbau beberapa kali. Kami juga sudah sosialisasi. Namun, nyatanya mereka bangunan masih tetap berdiri," kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrullah, Kamis (27/9/2018).

Murni Mengaku Culik Bayi Tetangga di Surabaya dan Membawanya ke Bekasi untuk Rujuk dengan Suami

Jalani Sidang Dakwaan, Keyko: Saya Bukan Ratu Mucikari, Hanya Bantu Teman Bukan Menjual!

Tak hanya itu saja, salah satu pedagang bernama Slamet malah naik darah, ketika para petugas Satpol PP hendak membawa rombong beserta alat penggiling tebu miliknya.

Selain itu, bangunan semi permanen Slamet juga dibongkar paksa petugas, lantaran berdiri tepat di atas saluran air.

"Ini sumber mata pencaharian saya untuk menghidupi keluarga. Bangunan saya hanya sedikit memakan bahu jalan," kata Slamet kepada petugas dengan nada tinggi.

Halaman
12
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved