Rencana Tiba-tiba Diubah, Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Tak Jadi Multiyears

Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar tidak jadi multiyears, setelah rencana tiba-tiba diubah.

Rencana Tiba-tiba Diubah, Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Tak Jadi Multiyears
SURYA/SAMSUL HADI
Kondisi kios pedagang Pasar Legi di Kota Blitar yang berada di sebelah selatan, Jumat (28/9/2018). Para pedagang di sebelah selatan juga akan direlokasi saat pembangunan pasar dimulai 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pembangunan Pasar Legi, Kota Blitar, tidak jadi menggunakan sistem multiyears atau tahun jamak. Pemkot Blitar berencana menyelesaikan pembangunan Pasar Legi dalam setahun pada 2019.

"Rencananya pembangunan selesai setahun, tidak jadi dua tahun. Itu hasil kesepahaman antara Pemkot dan dewan saat pembahasan APBD 2019," kata Santoso, Jumat (28/9/2018).

Sebelumnya, Pemkot Blitar berencana membangun Pasar Legi menggunakan APBD dengan sistem multiyears. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 50 miliar. Pada 2019, Pemkot berencana mengalokasikan anggaran Rp 35 miliar. Sisanya, Rp 15 miliar akan dianggarkan pada 2020.

BREAKING NEWS - Mobil Dinas Kapolres Tulungagung Kecelakaan di Tol Sumo, Istri dan Ajudannya Tewas

Tetapi, saat pembahasan APBD 2019, ada perubahan soal rencana pembangunan Pasar Legi. Pemkot dan DPRD sepakat pembangunan Pasar Legi selesai dalam satu tahun. Biaya pembangunan Pasar Legi sebesar Rp 50 miliar dianggarkan di APBD 2019.

Menurut Santoso, pembangunan fisik Pasar Legi diharapkan dapat dimulai Februari 2019. Untuk itu, pada akhir 2018 ini, Pemkot Blitar akan menyiapkan segala keperluan pembangunan. Mulai melengkapi dokumen, lelang pekerjaan, dan merelokasi pedagang.

"Targetnya, Desember 2018 ini, proses relokasi pedagang dan lelang sudah bisa dilaksanakan. Dengan begitu, awal 2019, pembangunan fisik bisa segera dimulai dan akhir 2019 pekerjaan sudah selesai. Awal 2020, pedagang bisa menempati pasar lagi," katanya.

Biar Tak Seenaknya Seliweran, Becak Wisata di City Walk Makam Bung Karno Kota Blitar Akan Ditata

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan, memang sudah ada kesepahaman antara dewan dan Pemkot soal pembangunan Pasar Legi selesai dalam satu tahun. Biaya pembangunan dianggarkan di APBD 2019.

"Kalau pembangunannya dilaksanakan dua tahun, para pedagang mengeluh terlalu lama. Akhirnya pemkot dan dewan sepaham pembangunannya dilaksanakan setahuh," ucapnya.

Agar pembangunan selesai sesuai target, dewan meminta Pemkot Blitar segera menyiapkan tahapan sebelum pembangunan. Terutama soal pelaksanaan relokasi pedagang. Relokasi pedagang harus beres Desember 2018.

Para pedagang meminta direlokasi di sekitar Pasar Legi. Tetapi, jika di sekitar Pasar Legi tidak cukup untuk menampung semua pedagang, dewan mengusulkan sebagian pedagang direlokasi di Pasar Wage.

Kejar-kejaran Dengan Polhut di Tengah Hutan Bak Film Action, Pencuri Kayu Tak Berkutik Oleh Sungai

Sebab, sebentar lagi tempat relokasi untuk pedagang Pasar Templek di Pasar Wage kosong. Para pedagang akan kembali ke Pasar Templek pada Oktober 2018.

"Pemkot harus segera menghitung jumlah pedagang yang direlokasi dan kebutuhan tempatnya," ujar Totok.

Pasar Legi terbakar pada Juni 2016 lalu. Sampai sekarang, kios pedagang yang ludes terbakar dibiarkan mangkrak.

Awalnya, Pemkot Blitar berencana membangun Pasar Legi menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat.
Tapi, sampai sekarang usulan dana bantuan dari pemerintah pusat tidak jelas turunnya.

Akhirnya, Pemkot Blitar berinisiatif membangun Pasar Legi menggunakan APBD. (Samsul Hadi)

Sopir Mengantuk, Diduga Penyebab Mobil Kapolres Tulungagung Alami Kecelakaan Maut

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved