Pembangunan Halte di Makam Bung Karno Kota Blitar Meringankan Tukang Becak Wisata

Paguyuban tukang becak wisata Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar tidak mempermasalahkan rencana Pemkot Blitar membangun halte untuk becak wisata d

Pembangunan Halte di Makam Bung Karno Kota Blitar  Meringankan Tukang Becak Wisata
SURYA/SAMSUL HADI
Sejumlah becak wisata masih bebas melintas di kawasan city walk Makam Bung Karno (MBK), Kota Blitar, Jumat (28/9/2018). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan membangun halte untuk becak wisata di kawasan city walk MBK. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Paguyuban tukang becak wisata Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar tidak mempermasalahkan rencana Pemkot Blitar membangun halte untuk becak wisata di MBK. Pembangunan halte tidak berimbas pada para tukang becak.

"Justru kami (tukang becak) lebih ringan. Kami mengantar dan menjemput pengunjung di halte," kata Ketua Paguyuban Becak Wisata MBK, Kukuh Rudiono kepada Tribunjatim.com, Minggu (30/9/2018).

Kukuh mengaku sudah mendapat pemberitahuan secara lisan dari pengelola MBK soal rencana pembangunan halte untuk becak wisata. Rencananya, halte untuk becak wisata dibangun di Jl Kalasan atau di sebelah barat pintu masuk Museum Bung Karno di kawasan MBK.

Dua Legenda Timnas Inggris Yakin Mourinho akan Segera Pergi dari Manchester United

Becak wisata mengantar dan menjemput pengunjung di halte itu. Pengunjung masuk lewat museum lalu menuju ke pusara Bung Karno dan keluar di pintu sebelah utara. Dari pintu keluar sebelah utara, pengunjung jalan kaki lewat city walk menuju ke halte lagi di pintu masuk sebelah selatan.

"Kalau dibangun halte yang repot pengunjungnya. Jalan kakinya lebih panjang. Sebab, dari pintu keluar di sebelah utara, pengunjung harus jalan kaki lagi ke pintu masuk di selatan," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Saat ini, becak wisata mengantar pengunjung dari parkiran PIPP sampai di pintu masuk MBK di Jl Kalasan. Setelah itu, becak wisata menjemput pengunjung di pintu keluar.
Becak wisata lewat jalan trabasan masuk gang kampung di barat MBK untuk menjemput pengunjung di pintu keluar. Becak wisata masih bisa masuk di kawasan city walk untuk menjemput pengunjung.

"Jalan trabasan yang kami buat itu juga bahaya. Jalannya sempit dan padat kendaraan. Sebab, sepeda motor dan mobil juga menggunakan jalan itu untuk trabasan," katanya.

Apakah pembangunan halte akan mempengaruhi pendapatan becak wisata? Menurut Kukuh tidak berpengaruh.

Nginap di Hotel bay Pass Juanda Dengan Perempuan Lain, Sopir Ini Dihabisi Dua Pria

Pembangunan halte tidak akan mengurangi pendapatan tukang becak wisata. Selama pengunjung di MBK masih ramai, pendapatan becak wisata juga tetap banyak.

Jumlah anggota Paguyuban Becak Wisata MBK ada 250 orang. Tarif becak wisata dari parkiran PIPP ke MBK pergi pulang Rp 25.000. Kalau ditambah ke Istana Gebang tarifnya Rp 45.000 pergi pulang.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved