Tsunami di Palu

Artis Nasional Galang Dana di Pasuruan, Gitar Aksan Sjuman Terjual Rp 50 Juta

Gitar klasik Aksan Sjuman akhirnya terjual Rp 50 juta dalam acara charity "Unity For A Better Tomorrow" di D'gunungan The Taman Dayu pandaan pasuruan

Artis Nasional Galang Dana di Pasuruan, Gitar Aksan Sjuman Terjual Rp 50 Juta
(Surya/Galih Lintartika)
Para artis saat sesi foto dalam acara malam amal Untuk gempa Lombok dan Tsunami di Palu 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Gitar klasik milik musisi hebat, Aksan Sjuman akhirnya terjual Rp 50 juta dalam acara charity "Unity For A Better Tomorrow" di D'gunungan The Taman Dayu Pandaan, Pasuruan, Minggu (30/9/2018) malam.

Gitar milik drummer sekaligus owner Sujman Instrumen ini dilelang untuk acara sosial. Hasil penjualan gitar koleksinya ini disumbangkan untuk korban gempa lombok yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sumbangan akan diaplikasikan untuk pembangunan sarana sekolah di Lombok. Sebagian sisanya juga akan disumbangkan ke korban gempa sekaligus tsunami di Palu dan Donggala.

Acara amal ini diinisiasi oleh sejumlah yayasan yang peduli terhadap korban bencana. Bahkan, sejumlah artis nasional pun ambil bagian dalam acara ini, mulai Aming, Aksan Sjuman, Merry Kasiman, Damon Koeswoyo, Ade Andrini, dan Daniel Ferro.

Para artis ini menggalang dana untuk korban bencana di Pasuruan.

Kepada Surya, Aksan Sjuman mengaku sangat berminat ketika mendapatkan tawaran untuk terlibat dalam acara amal. Ia pun rela menyerahkan satu gitar kesayangannya dan hasilnya disumbangkan untuk korban gempa dan tsunami.

"Yang terkena musibah itu saudara kami. Duka mereka itu juga duka kami. Ini bentuk kepedulian kami terhadap keluarga kami yang sedang diguncang musibah. Semoga sedikit bantuan kami bisa membantu meringankan beban mereka," katamya kepada Tribunjatim.com.

Bukan hanya sekadar gitar, ia pun juga menjual piano koleksi pribadinya. Sayangnya, piano yang dibandrol dengan harga Rp 250 juta ini belum terjual.

Padahal, semisal terjual, hasil penjualannya akan disumbangkan ke para korban gempa dan tsunami ini.

Gempa Palu - Cerita Atlet Paralayang Asal Kota Batu Tertimbun Reruntuhan Hotel Roa Roa Selama 6 Jam

"Saya memang sudah niat mau menyumbangkan piano dan gitar saya dalam acara lelang ini. Doa dan harapan, saya gantungkan pada gitar dan piano ini. Mudah - mudahan alat musik yang saya punya ini bisa membantu saudara kami. Oh ya, untuk piano mungkin akan kami lelang di acara amal selanjutnya," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved