Breaking News:

Beroperasi di Surabaya, Begini Modus Penggelapan Mobil Rental Jaringan Gresik Hingga Tangan Penadah

Begini modus penggelapan mobil rental Jaringan Gresik hingga ke tangan penadah yang beroperasi di Surabaya.

SURYA/SAMSUL HADI
Polisi membeber barang bukti mobil rental yang digadaikan Riyadi Utomo dengan harga murah, di Mapolres Blitar Kota, Senin (19/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo Surabaya menangkap lima tersangka tersangkut kasus penggelapan hingga penadah mobil hasil kejahatan komplotan jaringan Gresik.

Kasus pengelapan mobil rental ini begitu rumit, lantaran melibatkan banyak tangan. Karena itulah butuh waktu lama, karena cukup sulit untuk menemukan mobil rental yang hilang dibawa kabur penyewanya.

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Mudjiani mengatakan, kelima tersangka terbukti terlibat kasus penggelapan mobil rental Toyota Avanza N 1502 H, milik korban Andhika Setiawan (43) di Jemursari Surabaya.

"Kami menangkap lima tersangka kasus penggelapan mobil rental yaitu dua tersangka penggelapan mobil dan tiga penadah mobil hasil kejahatan," ungkapnya, Rabu (3/10/2018).

Adapun kelima tersangka kasus pengelapan mobil yakni Imam Wahyudi (49) warga Bratang Gede Surabaya dan Hatta Dwi Cahya (36) warga Klampis Semalang Surabaya.

Ketiga tersangka penadah mobil rental hasil kejahatan, Hendratno (28) warga Desa Babak Tulung, Kecamatan Rembang, Suyanto (44) Perum Grand Cerme Blok B-1 Nomor 18 Gresik dan Ari Wahyuni (49) warg Pakuwon Indah Blok P-F5 Nomor 1 Surabaya.

Mudjiani memaparkan, polisi menemukan mobil rental itu di derah Gresik dipakai tersangka Andik Hendratno.

Pihaknya sempat terkecoh lantaran tersangka telah mengganti Nopol mobil rental milik korban dari plat nomor N (N 1502 H) menjadi plat nomor L (L 1880 YX). Namun berdasarkan hasil penyelidikan GPS masih aktif berada di dalam mobil.

"Ternyata, setelah dicocokan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Norek (Nomor rangka) dan Nosin (Nomor mesin) tidak sama dengan mobil tersebut," jelasnya.

Masih kata Mudjiani, tersangka akhirnya mengaku mendapat mobil rental ini dari tersangka Suyanto dari hasil gadai senilai Rp 42 juta.

Tersangka Suyanto mendapatkan mobil itu dari temannya Dopi (DPO) senilai Rp 32 juta.

Kemudian, Dopi (DPO) memperoleh mobil rental hasil kejahatan dari tersangka Ari Wahyuni terima gadai Rp 22 juta.

Terakhir, tersangka Ari Wahyuni menerima mobil rental gadai tersebut dari Dwi (DPO) mengganti ongkos servis dan sewa bulanan senilai Rp 13 juta.

"Kejahatan penggelapan mobil dan penadah ini cukup rumit dan terorganisir," tegas Mudjiani. (Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved