Mengaku Terhimpit Kebutuhan Ekonomi, Kawanan Pencuri di Malang Nekat Nyolong hingga Bacok Korbannya

Selain karena kesal tidak kunjung diberitahu letak penyimpanan uang oleh korban, tersangka mengaku terhimpit ekonomi.

Mengaku Terhimpit Kebutuhan Ekonomi, Kawanan Pencuri di Malang Nekat Nyolong hingga Bacok Korbannya
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintogerasi para pelaku pencurian di halaman Polres Malang, Rabu (3/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua pelaku aksi pencurian di sebuah rumah di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Malang, mengungkap alasan tega membacok punggung korbannya.

Selain karena kesal tidak kunjung diberitahu letak penyimpanan uang oleh korban, tersangka mengaku terhimpit ekonomi.

Salah satu tersangka, Andrian Oki Ayusta warga Kecamatan Jabung mengaku terpaksa melakukan aksi keji tersebut karena terhimpit hutang yang terus menghantuinya.

Perum Perindo Cetak Ekspor ke Sejumlah Negara Meski Nilai Rupiah Sedang Lesu

"Saya punya hutang banyak, sekitar Rp 5 juta akhirnya terpaksa nyolong," curhat Andrian sambil kesakitan memegang kakinya yang tertembus panasnya tembakan pistol polisi.

Senada dengan Andrian, Eko Budi Cahyono yang saat itu berperan mengikat para korban mengaku ingin menutupi pembayaran kontrakan.

Warga Kecamatan Lawang tersebut mengatakan jika tidak punya pilihan selain mencuri.

Tak Diberitahu Tempat Penyimpanan Uang, Tiga Kawanan Pencuri di Malang Bacok Punggung Korbannya

"Dengat sangat terpaksa saya melakukan hal tersebut (pencurian) saya belum bayar kontrakan," papar pria yang memiliki tato di sejumlah bagian tubuhnya.

Selain keduanya, Andi Kurniawan warga Kecamatan Junrejo, Kota Batu, juga harus berurusan dengan polisi.

Ia juga diamankan petugas lantaran kasus penadahan barang curian terkait kasus pencurian dengan kekerasan.

Modus Beli Rokok di Toko Kelontong, Pria Asal Kediri Diringkus Polisi karena Edarkan Uang Palsu

Andi menuturkan, sekitar satu minggu lalu, pria 26 tahun ini ditawari handphone oleh Eko Budi Cahyono.

Pada saat itu, pelaku bersedia membeli handphone yang ditawarkan kepadanya.

Ia berniat membelikan hp untuk sang ibu yang butuh alat untuk berkomunikasi.

Tiba di Malang, Begini Ekspresi Kebahagiaan Puluhan Pengungsi yang Datang dari Kota Palu

"Saya belidari Eko seharga Rp 650 ribu, tapi yang Rp 50 ribu dikembalikan. Katanya untuk beli bensin pulang, saya beli HP ini buat ibu saya," ujar Andi dengan raut muka menyesal.

Akibat perbuatannya, Eko dan Andrian pelaku pencurian dengan kekerasan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Wacanakan Miliki Sport Center, Wali Kota Malang Ungkap Pemkot Masih Kesulitan Cari Lahan Luas

Sedangkan Andi Kurniawan dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan hasil curian dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Beri Motivasi Lebih Jelang Bertandang ke Malang, Ribuan Bonek Tonton Langsung Uji Coba Persebaya

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved