Tingkatkan Kompetensi SDM, Pemerintah Indonesia Akan Segera Kembangkan Pendidikan Vokasi

Hal ini untuk menunjang investasi yang berorientasi eskpor, di mana pemerintah berharap BUMN dapat berperan aktif.

Tingkatkan Kompetensi SDM, Pemerintah Indonesia Akan Segera Kembangkan Pendidikan Vokasi
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, saat meninjau Pameran IBD Expo di Grand City Convention Hall Surabaya, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan pengembangan pendidikan vokasi tahun depan.

Pengembangan pendidikan vokasi ini termasuk dengan menyiapkan insentif bagi BUMN yang terlibat.

Hal ini untuk menunjang investasi yang berorientasi eskpor, di mana pemerintah berharap BUMN dapat berperan aktif.

Pemerintah Indonesia Dorong BUMN Berpartisipasi dalam Investasi yang Berorientasi Ekspor

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, dalam mengukur kompetisi sebuah negara, maka SDM menjadi kunci utama.

Karena hal tersebut, Darmin Nasution berharap jika kualitas SDM di Indonesia harus segera ditingkatkan.

"Selama ini pendidikan SMK paling cepat mendapatkan lapangan pekerjaan, namun rupanya malah tingkat penganggurannya tinggi. Padahal pendidikan SMK ini disiapkan untuk siap bekerja," ungkapnya saat pembukaan Indonesia Business and Development (IBD) Expo, di Grand City Surabaya, Rabu (3/10/2018).

Inilah Jadwal dan Even di Surabaya Selama Oktober 2018, Mulai dari Pameran Batik hingga Wayang Orang

Sebab, lanjut dia, selama ini pendidikan SMK bergulat mempelajari teori dan di kelas banyak pelajaran yang normatif, tetapi ke depannya harus dikembangkan langsung oleh dunia usaha.

Dalam pendidikan vokasi nantinya, komposisi pelajaran teori di kelas tidak sampai 30 persen, kemudian kelas praktek 30 persen, sisanya lapangan.

Dia menambahkan, dunia usaha terutama BUMN diharapkan bisa berkontribusi dalam pendidikan vokasi agar calon-calon SDM bisa menguasai lapangan pekerjaan secara langsung, misalnya memberikan training kepada siswa tersebut.

Hadiri Pengukuhan Pengurus KONI Kota Malang, Sutiani Ingin Persema Jadi Tempat Pembinaan Pemain Muda

"Itu sebabnya pemerintah merumuskan perlu insentif bagi dunia usaha termasuk BUMN. Kalau dia ikut dalam pendidikan vokasi tidak harus bikin sekolah tapi bisa meminjamkan pegawai anda yang eksis dalam bidang tertentu," tambahnya.

Namun begitu, tidak menutup kemungkinan yang bisa bikin sekolah vokasi pun bisa dilakukan.

Dalam hal ini, lanjutnya, pemerintah perlu membangun kerja sama dengan dunia usaha.

Belum Rekam e-KTP, Awas Tahun Depan NIK Terancam Diblokir

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved