Polda Jatim Libatkan Dewan Gereja Menanggulangi Berita Hoaks Yang Kian Meresahkan

PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Provinsi Jatim berkunjung ke markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan A Yani Surabaya

Polda Jatim Libatkan Dewan Gereja Menanggulangi Berita Hoaks Yang Kian Meresahkan
Surya/Mohammad Romadoni
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Wakapolda Brigjen M Iqbal bersama Dewan Gereja PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Provinsi Jatim. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewan Gereja pengurus PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Provinsi Jatim berkunjung ke markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan A Yani Surabaya.

Rombongan dipimpin Ketua Umum PGPI, Pdt. Dr.Drs.Rudolf F. Polimpung, M.Div disambut Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Wakapolda Brigjen M. Iqbal di ruang lobi Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Kamis (4/10/2018).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, kegiatan kunjungan ini merupakan rangkaian giat Cangkrukan Kamtibmas bersama komunitas. Saat ini pihaknya bersama dengan perwakilan Dewan Gereja se-Jawa Timur.

"Kita butuh tokoh agama untuk bisa berperan serta termasuk Dewan Gereja juga punya umatnya untuk berperan aktif menjaga kondusifitas keamanan," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Ketua DPRD Gresik, Abdul Hamid Meninggal Dunia

Luki mengatakan melalui Dewan Gereja bisa menyampaikan ke umatnya untuk mengantisipasi peredaran informasi Hoaks dan ujaran kebencian bermuatan sara yang kini telah meresahkan. Apalagi, menjelang pemilu Pilpres dan Pileg 2019 kedepan.

"Paling baik saling turut menjaga menjaga dan jangan mudah percaya informasi Hoaks," ucapnya.

Ketua Umum PGPI, Pdt Rudolf F Polimpung mengatakan bakal mendukung program Kamtibmas yang dijabarkan oleh Kapolda. Pihaknya telah memulainya dari gereja masing-masing untuk menyebarkan pesan agar tidak mudah percaya berita Hoaks.

BREAKING NEWS - Ruang Dinas PUPR Kota Pasuruan Mendadak Disegel KPK

"Kami membentuk tim khusus untuk menghindari hal bersifat radikalisme,
Intoleransi dan sara," ungkapnya.

Rudolf menambahkan dampak berita Hoaks sangat meresahkan masyarakat khususnya di Jawa Timur.

"Berita Hoaks sangat merugikan kami bersama umat dan masyarakat untuk menanggulangi informasi Hoaks," imbuhnya. (Mohammad Romadoni/TribunJatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved