Teno Bersama Sekda Akan Kunjungi Wali Kota Pasuruan Non Aktif di KPK

Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dijadwalkan akan mengunjungi sekaligus menjenguk partnernya Wali Kota Pasuruan Setiyono

Teno Bersama Sekda Akan Kunjungi Wali Kota Pasuruan Non Aktif di KPK
TRIBUNJATIM.COM/Galih Lintartika
Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. 

TRIBUNJATIM.COM,PASURUAN - Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dijadwalkan akan mengunjungi sekaligus menjenguk partnernya Wali Kota Pasuruan Setiyono yang terseret kasus suap pembangunan proyek oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat.

"Iya, secepatnya. Kami akan mengunjungi beliau (Setiyono), nanti kami akan cari waktu yang tepat," kata Teno, sapaan akrabnya kepada TribunJatim.com, Selasa (9/10/2018) sore.

Dia menjelaskan, dirinya akan ke Jakarta bersama pak sekda. Tapi, keberangkatannya ini akan menunggu hasil rapat koordinasi (rakor) dengan segala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.

"Kami masih tunggu hasil rakor ini. Hari ini, kami sudah rakor dan kemungkinan akan melakukan rakor beberapa kali, setelah itu kami ke Jakarta," tambah Raharto Teno Prasetyo kepada TribunJatim.com.

Polda Jatim Tangkap Tiga Pasangan Aksi Swinger, Satu Wanita Tengah Hamil 8 Bulan

Ke Jakarta, Raharto Teno Prasetyo mengaku selain hanya menjenguk dan memberi support, ia juga akan menyampaikan perkembangan Kota Pasuruan yang sudah dibangun pak wali selama ini.

Ia juga akan konsultasi dan diskusi untuk pembangunan Kota Pasuruan ke depannya. Ia yakin pak wali masih memiliki banyak gagasan dan pikiran untuk mengembangkan dan memajukan Kota Pasuruan.

Bagi dia, penangkapan pak wali oleh KPK adalah sebuah musibah. Ia secara pribadi atau mewakili Pemkot Pasuruan ikut prihatin atas kejadian ini.

"Saya hanya plt walikota, walikotanya tetap pak Setiyono. Jadi, apapun yang akan saya lakukan, pak Setiyono juga harus ikut kontribusi, dia pemegang pimpinannya, saya hanya menjalankannya saja," imbuh dia.

Menurut Teno, dirinya sampai sekarang masih putus komunikasi dengan Setiyono. Ia berharap, dalam jangka waktu dekat, dirinya bisa terbang ke Jakarta untuk jenguk yang bersangkutan sekaligus membicarakan Kota Pasuruan ke depannya.

Sekadar diketahui, Setiyono ditetapkan tersangka oleh KPK, Jumat (5/10/2018) pagi.

Jadi Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Tetap Wajib Koordinasi Dengan Wali Kota

oleh KPK, Jumat (5/10/2018) pagi.

Tengah Hamil 8 Bulan, Suami Ajak Istri untuk Tukar Pasangan dengan 2 Pasutri Lainnya

Dia ditetapkan tersangka setelah diduga kuat menerima hadiah atau janji dari rekanan atau mitra Pemkot Pasuruan terkait proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT - KUMKM) dengan sumber dana APBD tahun 2018.

Setiyono terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Kamis (4/10/2018). Dari Setiyono, KPK mengamankan barang bukti Rp 120 juta. Dalam kasus ini, Setiyono tak sendirian. Ada tiga orang lainnya yang juga ditetapkan tersangka oleh KPK.

Mereka adalah Dwi Fitri Nurcahyo, Plh Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Wahyu Tri Hardianto, pegawai honorer Dinas PUPR Kota Pasuruan, dan Muhammad Baqir, pihak swasta yang memberikan fee untuk Pemkot Pasuruan. (TribunJatim.com /lih)
Sumber : TribunJatim.com

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved