Melalui Metode Edutainment, Mahasiswa UNAIR Ajarkan Hidup Sehat di Lingkungan Pesantren di Surabaya

Para dosen dan mahasiswa bertugas memberikan edukasi kesehatan kepada para santri, sampai mereka dipercaya untuk mendirikan Pos Kesehatan Pesantren.

Melalui Metode Edutainment, Mahasiswa UNAIR Ajarkan Hidup Sehat di Lingkungan Pesantren di Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/PIPIT MAULIDIYA
Para santri saat menyusun puzzle ajakan hidup sehat dari mahasiswa UNAIR 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengadakan program pengabdian masyarakat di lingkungan pesantren.

Para dosen dan mahasiswa bertugas memberikan edukasi kesehatan kepada para santri, sampai mereka dipercaya untuk mendirikan Pos Kesehatan Pesantren (poskestren).

Ketua Panitia sekaligus mahasiswa Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Unair, Santi Lestiarini, mengatakan jika program ini berlangsung di Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya.

2 Rumah dan Gudang di Lamongan Terbakar Akibat Api Penghangat Kambing dan Puntung Rokok

Santi mengungkapkan pendampingan dan pelatihan kesehatan di pondok pesantren sebenarnya sudah dilakukan rutin di pondok pesantren sejak 2011 silam.

"Kita dampingi secara berkelanjutan, jadi tidak hanya sekali datang. Santri yang menerima pendampingan dan pelatihan juga bergantian, tujuannya tidak lain mengajak mereka menjadi pelopor kesehatan di lingkungan pesantren," kata Santi, Rabu (10/10).

Setiap kali ada pendampingan dan pelatihan kesehatan, diharapkan peserta yang ikut mewakili 10 persen dari total keseluruhan jumlah santri yang ada di pesantren tersebut.

Nadine Chandrawinata Buka Alasan Mantap Nikahi Dimas Anggara, Hal-hal ini Jadi Pertimbangannya

"Tim kami, terdiri dari dosen dan mahasiwa yang berupaya merancang pelatihan sesuai dengan hasil analisis kebutuhan santri. Tidak hanya dari akademisi, ada perwakilan dari Puskesmas Tanah Kalikedinding yang juga ikut terlibat," tambahnya.

Santi mengatakan ada berbagai cara mengenalkan cara hidup sehat kepada santri misalnya, membuat lirik tujuh langkah cuci tangan dengan nada qosidah yang akrab di telinga para santri.

Pengenalan cara hidup juga bisa menggunakan metode Edutainment (Edukasi dan Entertainment) dengan menciptakan slogan ajakan menjaga kesehatan, yang dibuat oleh para santri.

Telan Kekalahan dari MU, Persib Masih Kokoh di Puncak, Berikut Update Klasemen Sementara Liga 1

Setelah mendapatkan pelatihan, para santri siap jadi pelopor kesehatan dan dikenal dengan sebutan santri husada.

"Kita semua berharap remaja di lingkungan pondok pesantren juga bisa tumbuh menjadi remaja sehat, cerdas dan berkualitas. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan akses informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas," tutup Santi.

Membunuh dan Mutilasi, Pasangan Suami Istri ini Simpan Bagian Tubuh Korban di Rumahnya Sendiri

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved