Liga Indonesia

Pelatih Borneo FC Tak Ingin 'Terjebak' Kenangannya di Surabaya, Tetap Berambisi Taklukkan Persebaya

Kenangan di Persebaya menjadi tidak terlupakan bagi Dejan, karena dialah pemain yang membawa Persebaya Juara Divisi 1 dan promosi ke Divisi Utama.

Pelatih Borneo FC Tak Ingin 'Terjebak' Kenangannya di Surabaya, Tetap Berambisi Taklukkan Persebaya
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Dejan Antonic, pelatih Borneo FC dan wingernya Titus Bonai saat Press Confreance. (12/10/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic mengaku senang bisa kembali lagi ke Surabaya, meski kali ini datang sebagai lawan tanding Persebaya Surabaya pada lanjutan laga pekan ke-25 Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (13/10/2018). 

Pasalnya, Dejan memiliki kenangan tersendiri bersama Persebaya kala dirinya masih sebagai pemain.

Bahkan, Persebaya adalah tim pertama yang dia bela di Indonesia.

Ia membela tim Bajul Ijo pada musim kompetisi 1995-1996 dan musim 2003.

Meski Tanpa David da Silva, Djanur Optimistis Persebaya Raih Hasil Maksimal Kala Menjamu Borneo FC

Kenangan di Persebaya menjadi tidak terlupakan bagi Dejan, karena dialah pemain yang membawa Persebaya Juara Divisi 1 dan promosi ke Divisi Utama.

“Senang kembali ke Surabaya. Saya mulai semua di sini sebagai pemain pada 95-96. Saya banyak memori di Persebaya. Bermain di Persebaya pada kondisi berat dan membawa menjadi juara di divisi utama, sehingga banyak sekali memeri dengan Bonek,” terang mantan pelatih Persib Bandung tersebut, Sabtu (13/10/2018). 

Bahkan, saat bermain di Persebaya jugalah Dejan dipertemukan dengan tambatan hatinya, Venna Tikoalu, yang merupakan Bonita berdarah Manado, tapi tumbuh besar di Surabaya.

Namun demikian, Dejan sebagai pelatih profesional tidak mau terjebak dengan kenangan masa lalu.

Persebaya Vs Borneo FC, Berambisi Jauhi Zona Degradasi, Djanur Terget Sapu Bersih Laga Kandang

Saat ini dirinya datang dengan tim yang dilatihnya, Borneo FC.

Mereka datang dengan ambisi melanjutkan trend positif di dua laga terakhir kala bisa taklukkan Madura United 1-2 (22/9/2018), dan tundukkan Persipura Jayapura 2-1 (8/10/2018).

Meskipun diakui pelatih asal Serbia itu, meraih kemenangan di Surabaya bukan perkara mudah, utamanya karena di laga nanti timnya akan bermain dibawah tekanan Bonek.

 “Sekarang saya datang sebagai pelatih Borneo FC. Kita berharap tetap berada di trend positif di dua laga terakhir. Tapi itu tidak akan mudah, karena tim ini masih dalam proses pembentukan. Apalagi, di Persebaya banyak pemain muda bagus sekali, jadi kita harus ekstra hati-hati,” pungkasnya. (amn/Khairul Amin).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved