Astra Honda Motor Plant Cikarang Perluas Pasar Ekspor CBU dan CKD hingga ke Vietnam

PT Astra Honda Motor (AHM) Plant Cikarang akan melakukan ekspansi pasar ekspor untuk kendaraan bermotor.

Astra Honda Motor Plant Cikarang Perluas Pasar Ekspor CBU dan CKD hingga ke Vietnam
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
GM Plant AHM Cikarang, Dodi Sutriadi (kiri) disela-sela kunjungan Plant 3A AHM Cikarang, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - PT Astra Honda Motor (AHM) Plant Cikarang akan melakukan ekspansi pasar ekspor untuk kendaraan bermotor dalam bentuk dikapalkan secara utuh (CBU) maupun dalam bentuk terurai (CKD).

Sebelumnya, tujuan ekspor untuk CBU adalah Filipina.

Sedangkan, untuk CKD meliputi Kamboja, Malaysia, dan Filipina.

"Kami akan menambah tujuan ekspor CBU ke Bangladesh dan Vietnam. Sementara, CKD merambah ke Thailand, Vietnam bahkan ke Jepang," ujar GM Plant AHM Cikarang, Dodi Sutriadi saat sesi tanya jawab usai kunjungan Plant 3A AHM Cikarang, Selasa (16/10/2018).

Astra Honda Motor Plant Cikarang Targetkan Ekspor CBU dan CKD Meningkat di Akhir Tahun 2018

Hingga akhir tahun 2018, kata Dodi, pihaknya menargetkan mampu mengekspor kendaraan bermotor dalam bentuk CBU sebanyak 175 ribu unit, sedangkan CKD 233 ribu unit.

"Sampai September 2018, sebanyak 125 ribu CBU sudah dieskpor. Sementara, CKD yang diekspor sudah mencapai 160 ribu," tuturnya.

Menurut Dodi, sejak tiga tahun lalu permintaan ekspor terus meningkat, di mana pada tahun 2015 AHM Cikarang telah mengekspor CBU sebanyak 24 ribu unit, kemudian pada 2016 sebanyak 52 ribu unit, menyusul tahun 2017 sebanyak 115 ribu unit.

Untuk kapasitas produksi di Plant 3 AHM Cikarang, dikatakan Dodi, dalam setahun mampu memproduksi sebanyak 2,2 juta sampai 2,4 juta unit.

"Di mana sekitar 4,5 persennya untuk pasar ekspor," tambahnya.

Menu Latihan Persebaya Jelang Hadapi Persib: Misi Mencari Gelandang Serang & Rotasi Posisi Pemain

Kendati begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produksi di pabrik AHM dengan menerapkan quality system yang baik.

"Tak hanya itu, adanya aplikasi robotik dan teknologi canggih lainnya juga membantu mencapai efektivitas dan efisiensi pabrik dengan kontrol sumber daya manusia yang mumpuni," tutupnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved