Breaking News:

Cara Desa Surat di Lereng Gunung Wilis, Berubah dari Pemecah Batu Koral ke Sentra Batik Batu Mangga

Melihat perjuangan Desa Surat di Lereng Gunung Wilis, mengubah diri dari pemecah batu koral ke sentra Batik Batu Mangga.

TRIBUNJATIM/DIDIK MASHUDI
Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Batu Mangga telah menjadi produk unggulan Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (15/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri semula hanya dikenal sebagai sentra pemecah batu krecak atau batu koral dan penghasil mangga podang. Namun berkat kerajinan batik, desa di lereng Gunung Wilis ini mulai dikenal dengan produk kain batiknya.

Kerajinan batik di Desa Surat yang semula hanya ditekuni oleh sejumlah warga, namun saat ini mulai berkembang. Sudah ada puluhan perajin yang mayoritas ibu rumah tangga mulai fokus menekuni kerajinan kain batik.

Malahan hasil para perajin batik Desa Surat dikenal karena pemakaian warna alam dan sintetis. Para perajin batik telah mampu membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diberinama Batik Batu Mangga.

"Awalnya ada warga yang mendapat pelatihan membatik. Kemudian menularkan ketrampilannya membatik kepada warga lainnya, sehingga sudah banyak yang terampil membatik," ungkap Siti Masfufah, pengurus KUB Batik Batu Mangga, Senin (15/10/2018).

Berbalut Haru Disaksikan Anaknya, KPK Tahan Bupati Malang Rendra Kresna & Pengusaha yang Menyuapnya

Para pembatik yang sudah trampil dan menghasilkan kain batik jumlahnya mencapai 25 orang. Masing-masing perajin batik ini juga mengembangkan kepada warga di sekitarnya. Sehingga jumlah warga yang terampil membatik sekarang sudah lebih banyak lagi.

"Kami juga memberikan pelatihan kepada para kalangan remaja untuk regenerasi," tambahnya.

Terkait pemilihan nama KUB Batik Batu Mangga tidak terlepas dari ikon desa yang menjadi penghasil mangga podang dan batu krecak.

"Rata-rata mata pencaharian warga kami dari pemecah batu krecak dan petani mangga. Namun desa kami sekarang juga dikenal sebagai sentra kampung batik," ungkapnya.

Dijepit 2 Truk dari Depan & Belakang di Jl Raya Malang-Surabaya, Espass Terbakar & 3 Penumpang Tewas

Saat ini para perajin dalam memasarkan produknya selain melalui pameran juga lewat media sosial facebook atau instalgram.

"Masing-masing anggota yang memasarkan sendiri. Kalau ada even pameran baru hasil anggota dikumpulkan," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved