Koarmada II Jadi Tuan Rumah Sidang Komite RI-Filipina (RPBC) Penandatanganan Kesepakatan Perbatasan

Koarmada II Surabaya menjadi tuan rumah Sidang Tingkat Ketua Komite Perbatasan RI dan Filipina (RPBC) ke XXXVIII tahun 2018.

Koarmada II Jadi Tuan Rumah Sidang Komite RI-Filipina (RPBC) Penandatanganan Kesepakatan Perbatasan
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Koarmada II Surabaya menjadi tuan rumah Sidang Tingkat Ketua Komite Perbatasan RI dan Filipina (RPBC) ke XXXVIII tahun 2018, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Koarmada II Surabaya menjadi tuan rumah Sidang Tingkat Ketua Komite Perbatasan RI dan Filipina (RPBC) ke XXXVIII tahun 2018.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Delegasi Indonesia diwakili Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Laksmana Pertama Ahmadi Heri Purwono.

Sementata dari Ketua Delegasi Filipina diwakili Komandan Komando Wilayah Timur Mindanao (Eastern Mindanao Command/EMC Commander) Letnan Jenderal Benjamin R Madrigal Junior.

Berkisah Masa Kerajaan Majapahit, Drama Kolosal Laksamana Nala Meriahkan Sertijab Pangkoarmada II

VIDEO: Ground Breaking Ceremony Sampoerna Academy Surabaya Diresmikan Wali Kota Risma

Mereka membahas 10 poin kesepakatan terkait masalah perbatasan perairan Indonesia-Filipina dalam dua bidang, terkait bidang patroli dan komunikasi, serta bidang lintas batas.

"Ini sidang komite ke XXXVII. Kami membahas 13 item masalah perbatasan Indonesia-Filipina, namun ada 10 kesepakatan yang kami tanda tangani," kata Danlantamal VIII Laksmana Pertama Ahmad Heri Purwono, di Koarmada II Surabaya, Rabu (17/10/2018).

Disebutkannya, pada sidang tahun ini, pembahasan masalah tersebut terkait masalah imigrasi, bea cukai, karantina dan keamanan wilayah perbatasan.

Pemuda di Jember Nekat Jambret Tas Mantan Pacar, Ingin Dihubungi Kembali, Malah Dilaporkan ke Polisi

Sertijab Pangkoarmada II, Kepemimpinan Baru Segarkan Organisasi di Armada II TNI AL

ITS Surabaya Bersama Kemenristekdikti Launching Aplikasi AISITS untuk Keselamatan Maritim

Namun pihaknya tidak menyebutkan batasan yang menjadi krusial dilalui secara ilegal oleh masyarakat Indonesia maupun Filipina.

"Krusial, imigrasi penduduk indonesia-Filipina. Kesepakatan akan diberlakukan dan mempermudah hubungan yang terbaik. Kita ada tiga pintu yang pada prinsipnya mempermudah hal itu," kata Danlantamal VIII Laksmana Pertama Ahmad Heri Purwono.

Sementara Ketua Delegasi dari Pemerintah Filipina Komandan Komando Wilayah Timur Mindanao (Eastern Mindanao Command/EMC Commander) Letnan Jenderal Benjamin R Madrigal Junior mengatakan, wilayah perbatasan menjadi krusial.

Laga Persija Vs Persela Urung Digelar, Berikut Jadwal Pertandingan Pekan ke-26 Liga 1 2018

Kementerian Pertanian dan Charoen Pokphand Gelontor 50 Ton Jagung untuk Peternak Ayam Petelur Blitar

Namun, melalui sidang Komite Perbatasan RI-RPBC ini perlu disepakati bersama tentang prosedur wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.

"Kami saling menghormati dan menjaga harmoni, untuk itu saling bekerja sama. Wilayah perbatasan kita adalah jalur laut yang penting untuk perdagangan global dan pariwisata, untuk itu kami memastikan bahwa wilayah perbatasan dan laut kita aman," kata dia.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved