Aksi KPK di Jatim

Tokoh Aktivis & Eks Cawali Surabaya Fitradjaja Tersangka KPK, Aktivis: Punya Prinsip Kok Tetap Kena

Aktivis mengaku sangat kaget: Punya Prinsip Kok Tetap Kena, setelah tokoh aktivis dan mantan Cawali Surabaya Fitradjaja ditangkap jadi tersangka KPK.

Tokoh Aktivis & Eks Cawali Surabaya Fitradjaja Tersangka KPK, Aktivis: Punya Prinsip Kok Tetap Kena
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kiri) menunjukkan barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kabupaten Bekasi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/10/2018). KPK menetapkan 9 tersangka pada OTT di Kabupaten Bekasi, diantaranya Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, 4 Kepala dinas di Kabupaten Bekasi serta 4 pengusaha dan konsuntan pemberi suap, terkait suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi dengan barang bukti uang sebesar Rp 1,5 miliar. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditetapkannya Konsultan Lippo Group Fitradjaja Purnama sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus suap perizinan Meikarta di Bekasi mengagetkan banyak pihak di Surabaya. Terutama kalangan aktivis pergerakan yang memerjuangkan reformasi di tahun 1998.

Sebab, Fitradjaja Purnama, yang merupakan lulusan Teknik Mesin ITS itu, sebelumnya dikenal sebagai mahasiswa tokoh pergerakan pejuang reformasi.

Respon kaget itu sempat disampaikan oleh rekan seperjuangan Fitradjaja  Purnama, yaitu Kuncarsono Prasetyo. Pada Surya (TribunJatim Network), Rabu (11/10/2018),  Kuncar mengatakan ia terkejut saat membaca berita di media massa.

Dimana Fitra Djaja Purnama termasuk di antara sembilan tersangka yang tetapkan KPK terlibat dalam tindakan suap perizinan mega proyek Meikarta.

Kuncar mengaku tak menyangka rekan aktivis yang dikenal memiliki prinsip kuat itu terjerat kasus suap perizinan.

"Ya kaget tentu saja. Saya kenal Fitra itu 1996. Saya kenal dia saat beliau masih kuliah di ITS dari satu organisasi pergerakan di Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya, saat itu dia sudah dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional," kata Kuncar.

Fitra diketahui sebagai pendiri Senat ITS dan kerap dijadikan sebagai tokoh panutan dalam bidang pergerakan memperjuangkan reformasi.

Kuncar yang saat itu kuliah di Fisip Unair, mengaku cukup dekat dengan Fitra melalui organisasi tersebut.

Menurutnya ada kesan kuat yang ia ingat dari Fitra yaitu sosoknya yang mengenalkan mindset entrepreneur pada kalangan aktivis.

"Dia adalah tokoh yang pertama yang mengenalkan konsep entrepreneur. Saat banyak gerakan mahasiswa minta sumbangan, dia mengajarkan berpikir bagaimana mencari uang bukan dari gerakan, tapi bagaimana gerakan bisa dihidupkan dengan entrepenur," tegas Kuncar.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved