Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Lanjutkan Misi Pengabdiannya ke Ambon

Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RST-KA) bertolak menuju Ambon. Meski bergeser,

Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Lanjutkan Misi Pengabdiannya ke Ambon
KRI Dr. Soeharso inilah yang nanti dipakai oleh Kemensos RI untuk acara Jelajah Kapal Kepahlawanan yang diselenggarakan pada Senin (30/10/2017) hingga Rabu (1/11/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RST-KA) bertolak menuju Ambon. Meski bergeser, Kapal bantuan kesehatan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala ini masih berlanjut.

Disebutkan di Donggala masih ada posko Ksatria Airlangga dengan tim darat lengkap ddngan dokter dan paramedisnya.

“Jadi masih melayani pasien korban bencana, termasuk untuk trauma healing. Bahkan tim UKM Mahagana UNAIR juga akan bergabung di tim darat, mulai hari ini,” kata Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS, Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA), Jumat, (19/10/2018).

Majelis Al Ghofilin Jember Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala

 Seperti diketahui, ketika terjadi bencana mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, kapal RST-KA sedang melaksanakan bakti kemanusiaan di Pulau Alor (NTT).

Dari rencana selanjutnya di Maluku, akhirnya seketika kapal dikirim ke Palu. Berangkat dari Alor Minggu (30/9/2018), dan sampai di Makassar, Senin (1/10/2018).

Namun karena cuaca buruk, Kesyahbandaran setempat baru mengijinkan RST-KA berlayar menuju Palu hari Rabu (3/10/2018), dankapal dengan selamat tiba di pelabuhan Pontolan, Palu, hari Jumat (5/10) Subuh.

Tetapi karena di Palu sudah ada RST KRI Dr. Soeharso, maka bakti kemanusiaan RST-KA diarahkan ke Donggala, dan merapat di Pelabuhan Donggala 90 menit kemudian. Pada hari Sabtu (6/10/2018) tim RST-KA dipimpin Direkturnya, Dr. Agus Haryanto, Sp.B sudah memberikan pelayanan medis kepada para korban bencana di Donggala.

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Budi Santoso, dr., Sp.OG juga membenarkan bahwa bakti kemanusiaan dari fasilitas yang dihadirkan oleh alumni UNAIR ini akan menuju Maluku, kemudian berlanjut ke Wakatobi, dan akan berakhir di Kepulauan Madura.

Pakai Umpan Cewek, Polisi Bekuk Dua Pengedar Pil Koplo di Blitar

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved