Dewan Masjid Indonesia: Khotib Bisa Bahas Masalah Kesehatan, Tidak Monoton Surga Neraka Saja

Orientasi Peningkatan Germas Berbasis Masjid untuk Pencegahan Stunting dan Pengendalian TBC dilaksanakan pada Sabtu (20/10/2018) di Yello Hotel

Dewan Masjid Indonesia: Khotib Bisa Bahas Masalah Kesehatan, Tidak Monoton Surga Neraka Saja
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Penutupan Orientasi Peningkatan Germas Berbasis Masjid untuk Pencegahan Stunting dan Pengendalian TBC kerjasama DMI dengan Kementerian Kesehatan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gelaran Orientasi Peningkatan Germas Berbasis Masjid untuk Pencegahan Stunting dan Pengendalian TBC dilaksanakan pada Sabtu (20/10/2018) di Yello Hotel, Jalan Jemursari, Surabaya.

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Addaruquthni, mengajak para pengurus dan takmir masjid untuk memanfaatkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah.

"Jadi khotib kita ini bisa membicarakan masalah-masalah kesehatan, tidak monoton soal surga neraka saja. Dunia ini juga perlu dipikirkan. Kalau tidak dihadapi dengan ilmu yang benar, di dunia ini saja bisa jadi buruk," kata Imam.

Untuk itu DMI dan direktorat promosi kesehatan bekerjasama menggalakkan pola hidup sehat, menekan angka penyebaran TBC dan mencegah anak lahir serta tumbuh stunting.

(Kemenhub Akui Problem Angkutan Massal Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bagi Pemerintah)

(Cerita Keluarga Rini Korban Kecelakaan CRV: Belum Wafat Sudah Dilayat Hingga Penyebab Kematiannya)

"Kita sosialiasikan ini kepada masjid-masjid sehingga program ini bisa datang juga dari masjid. masjid ini kan pusat dari masyarakat juga," tambah Imam.

Ketua DMI Kota Surabaya, Arif Afandi, yang hadir dalam kesempatan tersebut juga menambahkan, di zaman sekarang masjid harus multi fungsi, termasuk mensosialisasikan gerakan masyarakat sehat.

"Selain tempat ibadah, masjid ini kan juga bisa digunakan untuk tempat dakwah dan termasuk sosialisasi program Germas ini. Makanya suasana masjid ini harus dibuat se friendly mungkin. Jangan jadi tempat menyeramkan," kata Arif.

Acara Orientasi Peningkatan Germas Berbasis Masjid untuk Pencegahan Stunting dan Pengendalian TBC sendiri berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (19-20/10/2018) dan diikuti oleh takmir masjid dari berbagai daerah di Jatim.

(Jelang Jakarta Fashion Week, Arfa School of Fashion Siapkan Busana-busana Terbaik)

(Sopir Angkot Jombang Tak Berkutik Saat Polisi Menggerebek Rumahnya dan Temukan Stok Sabu)

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved