Breaking News:

Orang Tua Korban Dugaan Pencabulan di Mojokerto Cabut Laporannya Terhadap Pengurus Pesantren

Laporan dugaan aksi pencabulan yang ditujukan pada pengasuh Pondok Pesantren Safinatun Najah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dikabarkan dicabut.

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Net.
Ilustrasi pencabulan. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Laporan dugaan aksi pencabulan yang ditujukan pada pengasuh Pondok Pesantren Safinatun Najah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dikabarkan dicabut.

Empat orang tua santri yang sebelumnya disebut sebagai korban pencabulan sepakat tak melanjutkan perkara ke ranah hukum.

Hal itu menyusul, adanya kabar salah satu orang tua korban yang mengalami sakit keras.

Dia menginginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

(Stefanus Bangga Punya Keong Kirun yang Berusia 60 Tahun)

(Arema FC Vs Bali United: Arema FC Masuk 10 Besar Klasemen setelah Menang 3-1)

Salah satu ayah korban asal Sidoarjo, membenarkan adanya kesepakatan itu.

"Gara-gara memikirkan masalah ini, ibu korban asal Pacet, Mojokerto sakit parah.  Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan dengan ibu korban," kata Pria berinisial SL, Sabtu (20/10/2018).

Istri SL bersama pihak Pondok Pesantren Safinatun Najah telah menyerahkan kesepakatan damai ke Reskrim Polres Mojokerto.

Laporan dugaan pencabulan yang dibuat oleh istrinya, menurutnya juga telah dicabut.

Dalam kesepakatan damai itu, para orang tua korban meminta terduga S menanggung seluruh biaya sekolah korban dan biaya di kepolisian.

"Semua korban telah sepakat berdamai serta mencabut laporan," jelasnya.

(Kemenhub Akui Problem Angkutan Massal Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bagi Pemerintah)

(Arema FC Vs Bali United: Irfan Bachdim Perkecil Ketertinggalan Bali United)

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved