Menyisir Sungai Brantas di Gresik, Dosen dan Siswa Temukan Banyak Mikroplastik

Dosen dan siswa SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik menyusuri Sungai Brantas, mulai dari Wringinanom hingga Driyorejo.

Menyisir Sungai Brantas di Gresik, Dosen dan Siswa Temukan Banyak Mikroplastik
SURYA/SUGIYONO
Seorang dosen dan siswa SMA Negeri 1 Driyorejo menyisir Sungai Brantas di Gresik, Minggu (21/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dosen dan siswa SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik menyusuri Sungai Brantas, mulai dari Wringinanom hingga Driyorejo.

Dari penyusuran tersebut, mereka menemukan banyak mikroplastik atau potongan terkecil plastik yang dapat mencemari lingkungan.

Menurut Daru Setyo Rini (42), dosen salah satu perguruan tinggi di Surabaya mengatakan, mikroplastik merupakan material yang berbahaya bagi perairan.

Dianggap Mengganggu Keindahan Kota, Bawaslu Gresik Minta Caleg Tak Pasang APK di Pohon Penghijauan

"Di air kali Surabaya ditemukan mikroplastik yang terapung di perairan. Selain bersumber dari serpihan-serpihan sampah plastik yang lapuk dan hancur, mikroplastik juga diduga ditemukan berasal dari outlet-outlet perusahaan sepanjang Kali Surabaya," kata Daru, Minggu (21/10/2018).

Menurutnya, mikroplastik ini mengkhawatirkan bagi kebersihan air sungai, mengingat air kali Surabaya digunakan sebagai bahan baku utama perusahaan daerah air minum (PDAM).

"Diduga Sungai Brantas adalah sungai yang teridentifikasi menjadi penyumbang terbesar sampah plastik di kawasan perairan laut Asia. Sebab setiap tahun, lebih dari 28 ribu metrik ton sampah plastik bersumber dari aliran Brantas ke Laut Jawa," imbuh Daru yang juga aktif di LSM Ecoton.

Kadin Jatim dan PUM Netherland Lanjutkan Program Pendampingan Sektor Agro di Kota Batu

Bawa Dua Misi, Sepuluh Relawan PMI Kabupaten Malang Bertolak Menuju Sulawesi Tengah

Lebih lanjut Daru menyatakan, sungai adalah jalur utama yang dilalui sampah plastik sampai ke laut.

15 dari dari 20 sungai pencemar terbesar di dunia ada di Asia.

Selain Brantas, di Jawa Timur, ada sungai Gangga di India, Pasig di Filipina, Mekong di Thailland dan Yangtze di China.

Dari penyusuran Sungai Brantas, para siswa SMA Negeri 1 Driyorejo menemukan banyak sampah dan puluhan timbunan sampah di wilayah Sungai Brantas yang berdampingan dengan Sidoarjo dan Gresik.

Ecoton Sisir Sungai Brantas Malam Hari, Temukan Saluran Air Berbusa Diduga Limbah Industri

Buat Sumur Bor, Air Nyembur Hingga 15 Meter Warga Menganti Gresik Heboh

"Diduga masyarakat menjadikan sungai tempat pembuangan sampah. Terutama jenis sampah bungkus makanan ringan, popok dan tas kresek," ungkap Thara Bening Sandrina, siswi SMAN 1 Driyorejo.

Beberapa jenis sampah yang ditemukan yaitu, sampah bungkus makanan ringan sebanyak 16 persen, sampah popok sebanyak 11 persen, sampah sedotan sebanyak 9 persen, sampah tas kresek sebanyak 8 persen dan sampah bungkus mie instan sebanyak 6 persen.

"Sisa sampah lainnya berupa sampah botol air minum kemasan, tas plastik es, sachet permen, sachet kopi, sachet sampo, bungkus detergen, bungkus pembalut dan bungkus popok," imbuhnya.

Warga Pendatang yang Terlibat Bentrok dengan Warga Sidoarjo Masih Berada di Polsek Waru

Memasuki Musim Hujan, BPBD Kota Batu Pasang Bronjong di Daerah Sempadan Sungai yang Rawan Longsor

Dari temuan sampah di Sungai Brantas tersebut, para siswa bisa mengajak teman-temannya dan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Kita akan menyampaikan kepada teman-teman dan masyarakat tentang bahaya sampah bagi lingkungan," katanya. (Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved