Dijatuhi Hukuman 7 Bulan Penjara, Keyko Menangis dan Minta Maaf kepada Korban-korbannya

Wanita yang disebut sebagai Ratu Muncikari itu dijatuhi hukuman oleh pengadilan setelah terbukti bersalah terkait bisnis kasus prostitusi online.

Dijatuhi Hukuman 7 Bulan Penjara, Keyko Menangis dan Minta Maaf kepada Korban-korbannya
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Yunita alias Keyko saat menjalani sidang di Ruang Sari 2, PN Surabaya, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan hukuman tujuh bulan penjara kepada Yunita alias Keyko, Selasa (23/10/2018).

Wanita yang disebut sebagai Ratu Muncikari itu dijatuhi hukuman oleh pengadilan setelah terbukti bersalah terkait bisnis kasus prostitusi online.

Mendapat hukuman tersebut, Keyko mengaku menyesali perbuatannya.

Ia juga meminta maaf saat dirinya diberi kesempatan mengajukan pembelaan.

Tingkatkan Hilisasi Teknologi Industri, PT Buma Jajaki Kerjasama dengan ITS

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, untuk para korban yang merasa dirugikan saya mohon maaf,” ucapnya.

Menanggapi pembelaan itu, Ketua Majelis Hakim, Maxi Sigarlaki, menasehatinya untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Pasalnya, Keyko juga pernah terjerat kasus yang sama.

"Kamu ajak kerjasama dengan para wanita  itu karena mereka butuh kerja. Seharusnya kamu nasehati mereka dong supaya tidak lagi jadi PSK," kata Majelis Hakim, Maxi Sigarlaki.

Ingin Putus Rekor Buruk di Laga Tandang, Arema FC Cari Gol Cepat Hadapi Bhayangkara FC

Sebelumnya, Keiko terbukti menjalankan bisnis prostitusi online dengan sejumlah PSK yang menjadi anak buahnya di Jawa dan Bali.

Praktik prostitusi online ini terungkap setelah polisi dari Polda Jatim menangkap dua PSK saat melayani tamu di salah satu hotel di Ngagel, Surabaya pada bulan Mei lalu.

Keduanya mengaku anak buah Keiko yang melayani tamu dengan tarif antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per durasi pendek.

Wakil Bupati Sidoarjo Dorong Pengembangan Pendidikan Ala Pesantren

Keiko sebagai muncikari mendapatkan keuntungan 35 persen dari pembayaran tamu yang diterima para PSK-nya. 

Dari penangkapan dua PSK di Surabaya, polisi lalu mengembangkannya dan menemukan Keiko sebagai muncikari para PSK tersebut.

Dia akhirnya ditangkap beberapa saat kemudian di Denpasar, Bali.

Hasil Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Pemkot Malang Ajukan 4 Perda Baru untuk Tahun 2019

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved