Kisah Bripka Eky Sukarno, Polisi Pemberi Pekerjaan dan Angkat Ekonomi Janda Warga Miskin Lewat Keset

Kisah inspiratif Bripka Eky Sukarno, polisi yang memberikan pekerjaan dan mengangkat ekonomi janda dan warga miskin lewat keset.

Kisah Bripka Eky Sukarno, Polisi Pemberi Pekerjaan dan Angkat Ekonomi Janda Warga Miskin Lewat Keset
TRIBUNJATIM/GALIH LINTARTIKA
Eky Sukarno dan janda warga miskin yang diberdayakannya, saat menujukkan keset yang dibuatnya, di Pasuruan. 

Saat ini, Eky bisa dikatakan sebagai pengusaha keset yang terbilang sukses. Bisa dibilang sukses, karena anggota Polres Pasuruan ini mampu memberdayakan dan mensejahterakan warga miskin dan janda-janda di kampungnya.

Dalam hal ini, Bripka Eky memang memiliki peran ganda. Bukan hanya sebagai polisi. Tetapi juga, sebagai perajin keset yang sukses. Ia sukses, karena mampu mengangkat ekonomi masyarakat miskin di kampungnya.

Tak Terima Diejek Pasukan Gajah, Pria ini Bunuh Satu Keluarga & Membuangnya ke Sungai saat Sekarat

Eky yang menjadi anggota polisi sejak 2002 ini mengaku awalnya prihatin dengan angka pengangguran dan kemiskinan di kampungnya ini tinggi.

Rata-rata, mereka hanya mengandalkan buruh tani. Ketika sepi, tidak ada pengganti pekerjaan sebagai buruh tani. Mereka menganggur dan kehidupannya pas - pasan.

"Saya mau bantu tapi saya tidak punya usaha dan keterampilan. Saya ikut prihatin atas kondisi ini. Saya selalu berdoa semoga kelak diberi jalan untuk bisa membantu memberdayakan warga miskin dan janda di kampung saya," kata pria yang mengaku pernah menjadi loper koran Surya di waktu muda dulu.

Suami dari Trialishartanti ini berpikir keras. Bagaimana caranya, agar warga di kampungnya, bisa menambah penghasilan mereka.

Setelah Tiga Tahun Berhubungan, Sofyan Lalu Bunuh Janda Kekasihnya saat Tak Pakai Busana

Hingga tiga tahun yang lalu, ia menemui jalan. Ketika itu, ada teman istrinya di wilayah Jatiarjo, Kecamatan Prigen, yang membuat keset.

Hal itu membuatnya tertarik untuk membuat. Apalagi, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat keset rajut, melimpah di tempatnya. “Bahannya dari limbah kain dan garmen. Mudah sekali bahan baku itu kami dapatkan,” tambahnya.

Bripka Eky pun mulai belajar. Ia belajar ke Prigen, untuk bisa membuat keset. Berhari-hari ia pergi ke Prigen, untuk belajar. Ia belajar, setelah jam kerja di Polres Pasuruan selesai.

“Saya rela sampai pulang larut malam, saat belajar membuat keset ke teman istri di Prigen saat itu," kenang bapak dua anak ini.

Anaknya Terpental, Korban Tewas Pajero Sport Ditabrak Kereta di Surabaya Jadi Tiga Orang Sekeluarga

Ia belajar selama lima hari. Begitu bisa, ia mencoba terapkan di rumah. Mulanya, ia membeli satu alat. Lambat laun, ia menambah alat sederhana untuk membuat keset. Alat-alat itu tidak digunakannya sendiri.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved