Kisah Bripka Eky Sukarno, Polisi Pemberi Pekerjaan dan Angkat Ekonomi Janda Warga Miskin Lewat Keset

Kisah inspiratif Bripka Eky Sukarno, polisi yang memberikan pekerjaan dan mengangkat ekonomi janda dan warga miskin lewat keset.

Kisah Bripka Eky Sukarno, Polisi Pemberi Pekerjaan dan Angkat Ekonomi Janda Warga Miskin Lewat Keset
TRIBUNJATIM/GALIH LINTARTIKA
Eky Sukarno dan janda warga miskin yang diberdayakannya, saat menujukkan keset yang dibuatnya, di Pasuruan. 

Tetapi diberikan ke tetangga-tetangganya yang berminat untuk membuat keset. “Begitu saya bisa, saya tularkan ke tetangga-tetangga,” ungkap lelaki kelahiran 8 Desember 1983 tersebut.

Namun, semua yang dilakoni tak semudah yang dibayangkan. Setelah bagi-bagi alat dan menularkan ketrampilan membuat keset, tak semuanya berminat. Buktinya, beberapa orang yang dipinjami alat olehnya, memilih untuk mengembalikan.

Mereka banyak yang sambat. Karena tak sanggup membuat keset seperti yang diharapkan. “Sempat dicibir juga. Bilangnya, membuat keset itu sudah berat tidak ada uangnya lagi. Akhirnya banyak yang memilih untuk mengembalikan alat yang saya bagikan. Lebih mudah jadi buruh tani,” kenang Eky Sukarno.

Ditagih Bayar Kos Malah Ancam Mau Hajar Pemilik Rumah, Warga dan Pendatang Bentrok di Waru Sidoarjo

Cibiran itu diakuinya sempat membuatnya down dan minder. Namun, kerasnya hidup yang sudah dilakukannya sejak kecil tidak membuatnya patah arah. Ia sejak kecil sudah terbiasa berjuang melawan kegagalan. Ibaratnya perang, ia sudah punya modal pejuang sejak kecil.

Ia mengubah strategi. Alatnya kembali dibagikan tapi tidak ke semua orang, hanya orang yang benar-benar membutuhkan. Ia tularkan keterampilannya.

Strateginya itu terbukti ampuh. Karena sejak itu, nyaris tak ada lagi yang mengembalikan alatnya. Bahkan, permintaan untuk menjadi perajin keset bertambah.

“Keset-keset kami, dijual lagi oleh teman istri saya. Penjualannya ke Makasar, Solo dan sejumlah daerah luar Pasuruan lainnya,” tambahnya.

Massa Pendekar di Tulungagung Serang Kampung & Bakar Motor Tak Diproses, Ribuan Warga Protes Polisi

Harga keset yang dikreasikannya bersama warga binaannya, relatif murah. Hanya Rp 75 ribu untuk setiap kodinya. Omset yang bisa didapat, mencapai kisaran Rp 30 juta sebulan.

“Sebagian dari karyawan saya, tidak lagi menjadikan keset usaha sampingan. Tetapi ada yang sampai menjadikan usaha ini mata pencaharian utama,” akunya bangga.

Eky Sukarno mengaku senang bisa memberdayakan warga di kampungnya. Karena konsep hidup baginya, adalah bagaimana caranya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. (Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved