Breaking News:

Lereng Wilis Kediri Bakal Jadi Sentra Jeruk, Hasil Jeruk Keprok Tidak Kalah Dengan Durian

Selain mengembangkan buah durian lokal, petani di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri telah melakukan inovasi baru dengan menanam buah jer

SURYA/SANY EKA PUTRI
Aksi wisatawan memanjat pohon jeruk untuk mengambil buah jeruk keprok 55 siap panen, 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Selain mengembangkan buah durian lokal, petani di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri telah melakukan inovasi baru dengan menanam buah jeruk.

Tanaman jeruk ini mulai terlihat hasilnya karena cocok ditanam di kawasan Lereng Gunung Wilis dengan hasil yang memuaskan.

Desa Blimbing tidak hanya dikenal sebagai penghasil buah durian, karena di desa yang terletak di lereng Gunung Wilis ini juga mulai menjadi penghasil buah jeruk. Ada dua jenis jeruk yang mulai dikembangkan yakni varietas, keprok siyem dan batu lima.

Buah jeruk masih tergolong tanaman yang baru dibudidayakan para petani. Tanaman ini menggantikan buah rambutan yang harga jualnya sering jatuh saat mulai panen.

Meski tergolong baru, sudah banyak petani yang menanam. Namun belum semua tanaman mulai berbuah. Baru sebagian saja yang telah berbuah dan diperkirakan tiga sampai empat tahun ke depan sudah mulai banyak tanaman yang berproduksi.

Ditinggal Belajar, Motor Mahasiswi di Kota Malang ini Raib

Suyut salah satu petani mengemukakan, nilai ekonomis tanaman jeruk memang lebih baik dibandingkan dengan tanaman rambutan. Sehingga banyak petani yang mulai beralih menanam jeruk, malahan tanaman rambutan juga banyak yang ditebang.

Pengalihan tanaman ini terjadi dalam lima tahun terakhir. Karena hasil yang lebih menjanjikan sehingga membuat petani berpaling menanam jeruk.

Apalagi saat panen juga sudah banyak pembeli yang mendatangi petani. Proses jual beli buah jeruk itu biasa dilakukan pembeli langsung dengan petani tanpa melalui tangan ketiga.
Dari hasil panen selama ini harga jual jeruk di tingkat petani ada di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per kg untuk varietas keprok siyem. Sedangkan untuk varietas batu lima harganya sedikit lebih mahal di kisaran Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kg.

Menurut Suyut, varietas batu lima yang dihasilkan petani Desa Blimbing sudah sering dimunculkan dalam sejumlah pameran. Tanaman jeruk jenis ini usia 3 hingga 4 tahun sudah mulai berbuah.

Biasanya petani menjualnya dengan sistem tebasan setiap pohon. Namun transaksinya tergantung hasil negosiasi antara pembeli dan penjual.

Bayi Hidup Ditemukan Sopir di Tepi Jalan Gunung Gumitir Jember - Banyuwangi

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved