Breaking News:

Nasi Tiwul Jadi Menu Kegemaran Warga Lereng Gunung Wilis Kabupaten Kediri

Nasi tiwul telah menjadi menu keseharian masyarakat yang tinggal di kawasan Lereng Gunung Wilis.

SURYA/DIDIK MASHUDI
Musiyem menjemur kristal tiwul yang menjadi menu keseharian warga kawasan Lereng Gunung Wilis, Rabu (24/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Nasi tiwul telah menjadi menu keseharian masyarakat yang tinggal di kawasan Lereng Gunung Wilis.

Mayoritas warga lebih menyukai memasak nasi tiwul sebagai makanan pokok dibanding dengan memasak nasi beras.

Nenek Musiyem (70), warga Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, setiap hari selalu memasak menu nasi tiwul untuk sarapan dan makan siang keluarganya.

Tiwul yang terbuat dari bahan baku ketela pohon memang menjadi menu keseharian masyarakat.

Peringati Sumpah Pemuda, Kirab Kitab Sutosoma di Rumah masa Kecil Bung Karno di Wates Kediri

Lereng Wilis Kediri Bakal Jadi Sentra Jeruk, Hasil Jeruk Keprok Tidak Kalah Dengan Durian

Meski begitu, Musiyem juga sesekali memasak nasi beras jika mendapat pembagian jatah dari beras sejahtera (rastra) bantuan pemerintah.

Namun juga sesekali mencampur adonan beras dengan tiwul yang menghasilkan menu nasi putih coklat.

"Setiap hari kami biasa masak nasi tiwul untuk keluarga. Sayurnya lodeh dengan lauk tahu atau tempe. Kalau ada juga ikan asin," ungkap Musiyem sembari menata jemuran tiwulnya, Rabu (24/10/2018).

Karena sejak muda sudah biasa mengonsumsi nasi tiwul, Musiyem mengaku lebih menyukai tiwul dibanding beras.

Pencuri Sepeda Motor di 13 lokasi di Tulungagung Pakai Uang Hasil Curian untuk Kencani Waria

Harga kedua menu itu juga sangat kontras, beras medium biasa dijual dengan Rp 9.000 per kg.

Sedangkan tiwul dibuat sendiri dari bahan baku ketela pohon atau singkong dengan harga Rp 3.500 - Rp 4.000 per kg.

Halaman
123
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved