11 Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Rancang Metode Belajar Generasi Milenial

Rapat Majelis Senat Akademik (MSA) dari 11 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dihadiri oleh 110 anggota Senat Akademik (SA) dari 11 PTNBH.

11 Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Rancang Metode Belajar Generasi Milenial
Istimewa
Staf ahli Bidang Akademik Kemenrestekdikti Paulina Pannen saat menyampaikan materi metode pembelajaran pada generasi milenial pada rapat MSA PTN-BH di Hotel Bumi Surabaya, Senin, (29/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rapat Majelis Senat Akademik (MSA) dari 11 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dihadiri oleh 110 anggota Senat Akademik (SA) dari 11 PTNBH.

Dengan membawa tema 'Mengukuhkan Kemandirian dan Peran Aktif PTNBH untuk Bersama Membangun Masyarakat dan Industri di Era Milenial', acara ini digelar di Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Senin (29/10/2018).

Ketua Senat Akademik (SA) ITS yang sekaligus Ketua MSA PTNBH, Prof Ir Priyo Suprobo mengatakan fokus hari pertama membahas kesiapan PTNBH dalam menyiapkan metode pembelajaran yang cocok untuk generasi milenial.

“Sehingga ketika mereka menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, mereka bisa bermanfaat bagi masyarakat dan siap diterima dalam dunia industri,” tutur guru besar Teknik Sipil ini.

(Jelang Kick Off, Madura United dan PSM Makassar Doakan Korban Pesawat Lion Air JT 610)

(Sehari Sebelum Pesawat Lion Air JT-610 Celaka, Pramugari Alvi Curhat ke Gurunya Lewat WA, Ini Isinya)

Pada hari kedua nantinya, peserta akan fokus membahas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) PTNBH dan sharing antar PTNBH terkait masing-masing metode pembelajaran generasi milenial.

Pria yang akrab disapa Probo itu menjelaskan, agenda Sidang Paripurna MSA PTNBH kali ini merupakan lanjutan dari dua Sidang Paripurna sebelumnya.

"Besok Selasa, (30/10/2018) juga akan diadakan Rapat Tim Khusus untuk mengupayakan kembali penetapan PP tentang PTNBH agar memberikan dasar hukum yang kokoh dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi," ujar Probo.

Rektor ITS, Joni Hermana mengatakan, yang menjadi tantangan adalah bagaimana perguruan tinggi mengembangkan metode belajar generasi milenial agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apakah perguruan tinggi sudah benar memahami generasi milenial ini yang sesungguhnya.

(Mau Mencari Ikan, Dua Siswa SD di Bojonegoro Tewas Mengenaskan di Sungai Semanding)

(Sehari Sebelum Pesawat Lion Air JT-610 Celaka, Pramugari Alvi Curhat ke Gurunya Lewat WA, Ini Isinya)

"Ini sederhana sebenarnya, tapi ini juga menjadi poin penting dalam mengembangkan metode pembelajaran ini. Kita (perguruan tinggi, red) harus memahami betul terlebih dahulu siapa generasi milenial ini," terangnya.

Yang menjadi problem berikutnya adalah terkait regulasi.

Perguruan tinggi dianggap cukup dewasa menentukan jalan sendiri, mempunyai otonomi untuk menentukan langkah.

Kadang otonomi ini menjadi bumerang bagi perguruan tinggi sendiri.

"Sering kali malah kita (perguruan tinggi, red) terjebak oleh regulasi-regulasi yang dibuat sendiri, padahal dalam menghadapi generasi milenial ini, kita harus dituntut lebih dinamis," tandasnya.

(Keluhkan Masalah Pendidikan, Warga Malang Mengadu ke Mandira Isman)

(Jelang Kick Off, Madura United dan PSM Makassar Doakan Korban Pesawat Lion Air JT 610)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved